Nasional

Gempa M 3,6 Guncang Bantul, Warga Rasakan Tanah Seperti Jeblos dan Suara Gemuruh

Yogyakarta, BATAVIA NEWS – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 3,6 mengguncang wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis sore. Getaran yang berlangsung singkat tersebut tetap dirasakan oleh sejumlah warga hingga Kota Yogyakarta.

Salah seorang warga Bantul, Siti, mengaku merasakan guncangan saat sedang memasak di dapur. Sensasi yang dirasakannya seperti permukaan tanah tempat ia berpijak tiba-tiba turun.

“Waktu gempa saya sedang masak di dapur. Rasanya seperti tanah tempat saya berpijak itu jeblos ke dalam. Guncangannya memang tidak terlalu lama,” ujar Siti.

Selain getaran, suara gemuruh juga terdengar bersamaan dengan gempa. Menurut Siti, suara tersebut justru berlangsung lebih lama dibandingkan guncangannya.

“Suara gemuruhnya malah lebih lama dari guncangannya,” katanya.

Meski merasakan getaran, kondisi di sekitar rumah Siti tetap relatif tenang. Warga tidak berbondong-bondong keluar rumah dan aliran listrik juga tetap normal setelah gempa terjadi.

“Di dekat rumah saya tidak ada yang sampai panik keluar. Mungkin karena guncangannya tidak lama, walaupun cukup terasa,” ujarnya.

Sebagai penyintas gempa Bantul 2006, Siti mengaku pengalaman tersebut masih menyisakan trauma. Namun, rasa takut yang muncul saat ini tidak separah masa-masa setelah gempa besar pada 2006.

“Masih cukup trauma, tetapi tidak seperti dulu setelah gempa 2006. Dulu suara truk saja bisa membuat saya panik,” tuturnya.

Berdasarkan informasi awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 17.20.57 WIB. Episenter gempa berada di koordinat 7,94 derajat Lintang Selatan dan 110,45 derajat Bujur Timur.

Pusat gempa tercatat berada sekitar 11 kilometer tenggara Bantul dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG menyampaikan bahwa parameter tersebut merupakan hasil analisis awal. Getaran gempa juga dilaporkan terasa hingga wilayah Kota Yogyakarta.

Hingga informasi ini disusun, tidak terdapat laporan mengenai kepanikan warga maupun gangguan penerangan di sekitar lokasi yang diceritakan warga***.

Related posts

Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka OTT KPK, Tiga Orang Ditahan dalam Kasus Dugaan Suap Proyek

egi murad

Jaksa Agung Minta Kajati Baru Pulihkan Marwah Adhyaksa dan Kepercayaan Publik

egi murad

Istana Hormati Putusan MK, Anggaran Program MBG Akan Dikaji Bersama DPR

egi murad

Leave a Comment