Maluku

Keluarga Pertanyakan Kematian Pratu Samuel, Temukan Sejumlah Luka pada Jenazah

TANIMBAR, BATAVIA NEWS – Keluarga Pratu Samuel Wuarlela mempertanyakan penyebab kematian prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/Gardatama Yudha. Mereka meminta penjelasan secara terbuka terkait kronologi hingga kondisi jenazah saat dipulangkan ke keluarga.

Kekhawatiran keluarga mencuat setelah peti jenazah dibuka. Mereka mengaku menemukan sejumlah luka pada tubuh Pratu Samuel, di antaranya luka pada bagian kepala dan pelipis mata kanan, memar di pergelangan tangan, serta tanda yang menurut keluarga menyerupai luka sayatan.

Temuan tersebut membuat keluarga mempertanyakan informasi mengenai penyebab kematian yang sebelumnya mereka terima.

Menurut keterangan yang disampaikan keluarga, terdapat informasi berbeda mengenai penyebab meninggalnya Pratu Samuel. Pada satu kesempatan, kematian disebut berkaitan dengan kondisi sakit, sementara informasi lain menyebut korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Perbedaan informasi juga disebut terjadi terkait lokasi kejadian. Keluarga sebelumnya memperoleh informasi bahwa Pratu Samuel meninggal di kawasan perbatasan negara, Desa Long Api, Krayan, Kalimantan Utara. Namun, lokasi yang disebut dalam pembacaan riwayat hidup saat prosesi persemayaman di Desa Wunlah disebut berbeda.

Kondisi tersebut membuat keluarga meminta institusi terkait memberikan penjelasan lengkap mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Keluarga juga menyoroti keberadaan Komandan Kompi (Danki), Lettu Infanteri Hafid Bahtiar. Mereka mempertanyakan kepulangan sang komandan ke Kalimantan sebelum seluruh rangkaian prosesi pemakaman selesai.

Meski demikian, berbagai dugaan yang berkembang tersebut belum dapat disimpulkan sebagai penyebab pasti kematian Pratu Samuel. Diperlukan pemeriksaan medis dan investigasi resmi untuk memastikan apakah luka-luka yang ditemukan berkaitan dengan penyebab kematian atau memiliki penjelasan lain.

Keluarga kemudian mendesak Panglima TNI dan institusi terkait melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Mereka meminta kronologi kejadian, hasil pemeriksaan medis serta penyebab kematian disampaikan secara transparan.

Salah satu tuntutan utama keluarga adalah dilakukannya autopsi forensik secara independen untuk memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian.

“Kami tidak ingin menuduh siapa pun. Kami hanya menuntut kebenaran. Kalau memang kecelakaan, buktikan dengan hasil pemeriksaan,” demikian sikap keluarga sebagaimana disampaikan dalam bahan informasi yang diterima.

Keluarga berharap penyelidikan dilakukan secara terbuka sehingga tidak menyisakan pertanyaan mengenai kematian Pratu Samuel. Mereka juga meminta seluruh pihak menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menarik kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab.***(TIM)

Related posts

Realisasi PAD Tanimbar Baru 49 Persen, Bapenda Kejar Target Rp40 Miliar

egi murad

Koalisi Ormas-Pemuda Tanimbar Kompak Dukung Blok Masela, Tegaskan Investasi Harus Berjalan Sesuai Hukum

egi murad

Leave a Comment