Saumlaki, Batavia News — Sejumlah organisasi kemasyarakatan dan elemen pemuda di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela yang dikelola INPEX Masela Ltd.
Sikap tersebut disampaikan menyikapi dinamika terkait pengembangan Blok Masela, termasuk adanya aksi kelompok Lucky Center Foundation (LCF) di Jakarta yang dikaitkan dengan isu keberlanjutan proyek.
Dalam pernyataan yang disampaikan di Saumlaki, Selasa (25/8/2026), koalisi menilai pengembangan Blok Masela memiliki arti penting bagi masa depan ekonomi Tanimbar dan kawasan Indonesia Timur. Mereka juga menekankan bahwa setiap aktivitas investasi harus tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.
Sumitro Fenanlambir, yang membacakan pernyataan sikap koalisi, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan mandat kepada kelompok mana pun untuk mengatasnamakan masyarakat Tanimbar dalam upaya menghentikan proyek tersebut.
“Kami menegaskan bahwa LCF tidak memiliki representasi resmi dari masyarakat adat, tokoh agama maupun pemuda di Kepulauan Tanimbar,” ujar Sumitro.
Koalisi juga meminta agar nama masyarakat Tanimbar tidak digunakan untuk kepentingan tertentu yang berpotensi menimbulkan polemik maupun mengganggu iklim investasi.
Menurut mereka, keberadaan perusahaan multinasional seperti INPEX juga berkaitan dengan kepentingan hubungan Indonesia dengan negara mitra. Karena itu, seluruh pihak diminta mengedepankan jalur hukum dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu hubungan diplomatik.
Soroti Kepastian Hukum Investasi
Koalisi turut menyoroti pentingnya kepastian hukum dalam pelaksanaan investasi. Mereka merujuk pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal serta berbagai regulasi pemerintah mengenai Proyek Strategis Nasional.
Bagi masyarakat Tanimbar, keberlanjutan Blok Masela dinilai memiliki potensi besar dalam membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat dan mempercepat pembangunan di wilayah tersebut.
Karena itu, koalisi meminta seluruh pihak menjaga situasi tetap kondusif agar proyek dapat berjalan dengan baik, sekaligus memastikan kepentingan masyarakat lokal tidak diabaikan.
Dorong INPEX Prioritaskan Masyarakat Lokal
Meski memberikan dukungan terhadap keberlanjutan proyek, koalisi juga meminta INPEX Masela Ltd. memenuhi tanggung jawab sosialnya.
Perusahaan didorong untuk menerapkan standar kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan secara konsisten, meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal serta menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tanimbar.
Koalisi juga meminta aparat penegak hukum memberikan kepastian dan perlindungan hukum kepada masyarakat maupun pelaku investasi sepanjang seluruh aktivitas dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pernyataan dukungan tersebut melibatkan berbagai organisasi dan elemen sipil di Tanimbar, di antaranya KNPI, ISKA, PMKRI, BKPRMI, KAHMI, HIPMI, Aliansi Tanimbar Raya (ALTAR), Forum Cinta Bumi Tanimbar (FCBT), Jaringan Aktivis Muda Tanimbar (JAM-T), serta BEM STIMAS.
Koalisi berharap perbedaan pandangan mengenai Blok Masela tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan masyarakat. Mereka menegaskan bahwa kepentingan pembangunan daerah, kesejahteraan masyarakat dan kepastian hukum investasi harus menjadi perhatian bersama.***(Petu)
