JAKARTA, BATAVIA NEWS— Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang semakin memengaruhi dunia kerja membuat kebutuhan terhadap talenta dengan kemampuan teknologi terus meningkat. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Kodinggo untuk memperkuat posisinya sebagai AI & Technology Academy.
Memasuki tahun kedua, Kodinggo melakukan rebranding menjadi “Kodinggo by Ocean” setelah pengelolaan brand tersebut sepenuhnya berada di bawah Ocean Group.
CEO Ocean Group , Khalif Radhian, mengatakan Kodinggo hadir untuk melengkapi lini bisnis teknologi yang telah dimiliki grup perusahaan.
“Jadi kita memang fokus di pelatihan, tapi memang di teknologi. Kita lihat sekarang teknologi sedang berkembang, terutama ada AI,” ujar Khalif dalam wawancara doorstop.
Menurutnya, ekosistem bisnis Ocean tidak hanya bergerak pada sektor pelatihan. Grup tersebut juga memiliki bisnis outsourcing dan pengembangan perangkat lunak (software development).
“Kodinggo ini melengkapi lini bisnis perusahaan kami. Jadi grup kami ini ada beberapa bisnis seperti outsourcing, kemudian kita juga punya software development,” katanya.
Khalif mengungkapkan, sejumlah klien bisnis grupnya berasal dari perusahaan besar, termasuk BUMN, sektor telekomunikasi dan perbankan. Selain itu, perusahaan juga mulai memperluas layanan ke kementerian serta BUMN di luar sektor finansial.
Alasan Kodinggo Rebranding
Perubahan identitas menjadi Kodinggo by Ocean dilakukan setelah pengelolaan Kodinggo yang sebelumnya melibatkan mitra kini sepenuhnya diambil alih Ocean.
“Kenapa rebranding? Karena dulunya dikelola oleh partner kami. Sekarang sudah full diambil oleh Ocean, makanya ada namanya Kodinggo by Ocean,” jelas Khalif.
Ia mengatakan, proses tersebut sekaligus menjadikan Kodinggo sebagai bagian yang lebih terintegrasi dengan ekosistem Ocean.
“Jadi sudah kita in-housing, sudah di-handle sama tim sendiri. Jadi kita perlu penekanan bahwa Kodinggo itu bagian dari Ocean,” tambahnya.
Rebranding ini tidak sekadar menyangkut perubahan nama. Kodinggo diarahkan untuk menjadi bagian dari ekosistem yang menghubungkan training, talent, technology, dan project.
Pelatihan Tak Terbatas di Satu Lokasi
Kodinggo juga memberikan fleksibilitas kepada klien terkait lokasi pelaksanaan pelatihan.
Khalif mengatakan program tidak harus selalu berlangsung di lokasi milik Kodinggo. Pelaksanaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau peserta.
“Kalau tempat, tergantung keinginan klien. Klien minta di kantor mereka, di hotel, atau sebagainya,” ujarnya.
Program yang ditawarkan mencakup berbagai kompetensi teknologi, antara lain Vibe Coding & AI Agent, Python for Data Analyst, QA Automation Testing, Backend Golang, Full-stack JavaScript, serta Project Management.
Metode pembelajaran juga diarahkan pada praktik melalui hands-on coding, proyek, dan studi kasus agar peserta tidak hanya memahami teknologi secara teori, tetapi mampu menerapkannya untuk kebutuhan pekerjaan.
Sasar Klien Existing, Buka Layanan Tambahan
Setelah menjadi bagian dari Ocean Group, Kodinggo tidak memasang target ekspansi yang terlalu agresif. Fokus awal justru diarahkan kepada jaringan klien yang sudah dimiliki grup.
“Target sih ingin memberikan layanan tambahan baru. Jadi klien kita ketika ada opsi, punya training nggak? Kita ada nih,” kata Khalif.
Menurut dia, kondisi ekonomi saat ini membuat perusahaan memilih langkah yang realistis dengan memanfaatkan basis klien yang telah ada.
“Nah sekarang sih untuk target awal, sebenarnya kita nggak muluk-muluk ya mengingat ekonomi hari ini kondisi, kami inginnya masuk ke klien existing dulu aja. Jadi kita tawarkan mereka seperti semacam additional service,” tuturnya.
Strategi tersebut sekaligus memperkuat layanan Business-to-Business (B2B) Kodinggo. Perusahaan dapat memperoleh program yang disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari assessment kemampuan peserta, penyusunan kurikulum, pelatihan hingga capstone project berbasis persoalan yang relevan dengan bisnis.
Hubungkan Talenta dengan Kebutuhan Industri
Khalif menegaskan, tujuan Kodinggo bukan hanya memberikan pelatihan penggunaan teknologi, tetapi membantu peserta dan perusahaan menghadapi perubahan kebutuhan industri.
“Intinya kami ingin memperluas akses pembelajaran, memperkuat layanan B2B, dan menghubungkan talent dengan kebutuhan industri,” katanya.
Ia berharap Kodinggo dapat membantu semakin banyak individu dan perusahaan meningkatkan kompetensi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.
Dengan masuknya Kodinggo ke dalam ekosistem Ocean Group, perusahaan melihat peluang untuk mempertemukan kebutuhan talenta, pelatihan, teknologi, dan proyek dalam satu ekosistem.
Kehadiran Kodinggo by Ocean pun menjadi babak baru bagi perusahaan untuk mengembangkan layanan pembelajaran teknologi, khususnya AI, sekaligus memperkuat dukungan terhadap kebutuhan transformasi digital perusahaan.***
Kodinggo by Ocean — Learn. Build. Transform.
