Jakarta, Batavia News – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, menilai pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan kemungkinan besar dilakukan sebagai langkah antisipasi demi menjaga keamanan. Menurutnya, setiap pengelola memiliki kebijakan tersendiri dalam melindungi aset dan pengunjung.
Shinta mengaku belum melakukan komunikasi langsung dengan para pemilik mal terkait alasan pemasangan pagar tersebut. Namun, ia menduga kebijakan itu lahir dari sikap kehati-hatian di tengah situasi yang dinilai perlu diantisipasi.
Ia menegaskan bahwa pemasangan pagar merupakan hak masing-masing pemilik atau pengelola gedung. Karena itu, Apindo tidak memberikan perhatian khusus terhadap langkah yang hanya dilakukan oleh sebagian mal dan bukan secara menyeluruh.
Meski demikian, Apindo berencana melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui latar belakang kebijakan tersebut. Hingga kini, organisasi itu juga belum menerima laporan adanya persoalan khusus yang dihadapi para pengembang sehingga harus memperketat sistem pengamanan.
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui telah melihat adanya pemasangan pagar tinggi di beberapa mal maupun gedung perkantoran di Ibu Kota. Menurutnya, langkah tersebut kemungkinan dipicu kekhawatiran terhadap situasi keamanan.
Meski memahami alasan tersebut, Pramono berharap pagar-pagar itu nantinya dapat dilepas kembali apabila kondisi telah dinilai aman. Ia menilai kekhawatiran yang berlebihan justru tidak memberikan dampak positif.
Pramono juga optimistis situasi Jakarta pada Agustus 2026 akan tetap kondusif. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama aparat keamanan, kata dia, akan memastikan Ibu Kota tetap aman, nyaman, dan mendukung aktivitas masyarakat maupun dunia usaha.***
