Maluku

Wartawan Disebut Dibentak Oknum Polisi di SPKT Polres Tanimbar Gegara Pakai Topi

SAUMLAKI, BATAVIA NEWS — Suasana pelayanan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kepulauan Tanimbar, Maluku, menjadi sorotan setelah seorang wartawan mengaku mendapat bentakan dari seorang anggota polisi saat datang mendampingi keluarga korban dugaan percobaan penikaman, Minggu (13/9/2026) malam.

peristiwa tersebut terjadi di halaman SPKT, menurut keterangan yang disampaikan Seorang Anggota Polisi berinisial A langsung menegur dengan nada tinggi terkait penggunaan topi yang dikenakan wartawan tersebut.

Teguran itu disebut terjadi meski lokasi halaman SPKT tidak terlihat memiliki papan atau pemberitahuan khusus yang melarang pengunjung mengenakan topi.

Persoalan kemudian berkembang ketika wartawan tersebut mempertanyakan alasan teguran tersebut. Sebab, pada saat yang sama terdapat anggota polisi berpakaian sipil yang juga mengenakan topi di lokasi.

Anggota berinisial A disebut menjelaskan bahwa personel tersebut merupakan anggota yang sedang menjalankan tugas sebagai Buser.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan mengenai standar pelayanan dan etika komunikasi petugas kepolisian kepada masyarakat, khususnya warga yang datang ke kantor polisi untuk mendapatkan perlindungan maupun membuat laporan.

Apalagi, kedatangan wartawan tersebut disebut dalam rangka mendampingi keluarga yang sedang menghadapi persoalan dugaan tindak pidana dan membutuhkan penanganan kepolisian.

Sikap petugas di ruang pelayanan publik menjadi perhatian karena SPKT merupakan salah satu pintu pertama masyarakat ketika membutuhkan pelayanan kepolisian.

Bentakan atau komunikasi yang dinilai tidak tepat berpotensi menimbulkan kesan bahwa masyarakat tidak mendapatkan pelayanan yang ramah ketika datang mencari perlindungan hukum.

Sorotan pun diarahkan kepada jajaran Polres Kepulauan Tanimbar agar memberikan penjelasan mengenai peristiwa tersebut dan memastikan setiap personel yang bertugas di area pelayanan publik menjalankan standar etika serta profesionalitas kepolisian.

Masyarakat juga berharap pimpinan kepolisian di Maluku dapat memastikan pelayanan kepada warga berlangsung humanis, transparan, dan tidak diskriminatif.

Batavia News masih membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak Polres Kepulauan Tanimbar maupun anggota yang disebut dalam peristiwa tersebut.***

Related posts

Kuasa Hukum Desak Kapolres Tanimbar Usut Tuntas Dugaan Penganiayaan yang Libatkan Oknum Polisi

egi murad

Realisasi PAD Tanimbar Baru 49 Persen, Bapenda Kejar Target Rp40 Miliar

egi murad

David Rengrengulu Tembus 10 Besar Bintang Radio 2026, Perjuangkan Tiket ke Panggung Nasional

egi murad

Leave a Comment

Bahasa lain»