Hukum Kriminal

Polisi Selidiki Dugaan KTA dan Pelat Nomor Alphard Usai Insiden Terobos Lampu Merah di Bundaran HI

Jakarta, Batavia News – Kepolisian terus mendalami insiden cekcok antara pengemudi mobil Toyota Alphard dan seorang petugas keamanan (satpam) bernama Victor Harefa yang terjadi setelah dugaan pelanggaran lampu lalu lintas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

TpKasus yang sempat viral di media sosial itu kini berkembang. Selain menelusuri kronologi peristiwa, penyidik juga menyelidiki dugaan kartu tanda anggota (KTA) yang sempat diperlihatkan oleh sopir Alphard saat proses mediasi di Pos Polisi Thamrin.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait identitas KTA tersebut karena hingga kini belum ada penjelasan yang jelas mengenai asal maupun instansi penerbitnya.

Selain itu, polisi juga akan meminta klarifikasi kepada personel yang bertugas di Pos Polisi Thamrin saat proses mediasi berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses penyelesaian perkara berjalan sesuai prosedur serta menelusuri adanya dugaan intimidasi maupun tindakan yang dianggap tidak patut oleh salah satu pihak.

Meski demikian, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kepolisian menyatakan belum menemukan indikasi adanya kekerasan atau intimidasi selama proses mediasi berlangsung.

Pihak kepolisian memastikan akan memanggil kembali kedua belah pihak untuk memberikan keterangan secara lebih rinci. Setelah seluruh klarifikasi dilakukan, penyidik berencana mempertemukan pengemudi Alphard dan Victor Harefa dalam proses konfrontasi guna memperoleh gambaran utuh mengenai kejadian tersebut.

Insiden bermula ketika sejumlah pejalan kaki sedang menyeberang di pelican crossing depan Hotel Pullman, Jakarta Pusat, setelah lampu lalu lintas menunjukkan warna merah bagi kendaraan. Namun, sebuah Toyota Alphard tetap melintas sehingga memicu teguran dari Victor yang saat itu juga sedang menyeberang.

Teguran tersebut kemudian berujung adu mulut. Menurut kepolisian, satpam sempat menggebrak kaca mobil saat menegur pengemudi, yang kemudian memicu perselisihan. Kedua pihak akhirnya sepakat menuju Pos Polisi Thamrin untuk menyelesaikan persoalan melalui mediasi dan sempat berdamai.

Namun, setelah video kejadian beredar luas di media sosial, muncul dugaan lain terkait kendaraan tersebut. Mobil Alphard hitam yang digunakan diduga memakai pelat nomor yang tidak sesuai dengan identitas kendaraan.

Berdasarkan penelusuran melalui data Samsat Jawa Barat, nomor polisi yang terpasang diketahui tercatat untuk kendaraan merek Daihatsu berwarna silver metalik, sehingga memunculkan dugaan adanya penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai peruntukannya.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani menyatakan pihaknya turut mendalami dugaan tersebut. Penyidik akan memanggil pemilik atau pengemudi Alphard beserta Victor Harefa untuk dimintai klarifikasi sebelum dilakukan konfrontasi guna mengungkap seluruh fakta dalam perkara ini.

Polisi menegaskan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh, baik terkait dugaan pelanggaran lalu lintas, penggunaan identitas tertentu saat mediasi, maupun dugaan penggunaan pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai dengan data registrasi.***

Related posts

Ganja 3,4 Kilogram dari Sumatera Digagalkan Masuk Jakarta, Dua Kurir Diamankan di Tangerang

egi murad

Bareskrim Bongkar Sindikat Judol Internasional, Perputaran Uang Tembus Rp890 Miliar

egi murad

Polda Bali Bongkar 8 Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Selamatkan Kerugian Negara Rp1,25 Miliar

egi murad