MEDAN, Batavia News – Sebuah ledakan yang belum diketahui penyebabnya menggegerkan kawasan Perumahan Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Dentuman keras disertai getaran kuat dilaporkan merobohkan satu unit rumah dan mengejutkan warga di sekitar lokasi.
Sejumlah warga mengaku sempat mengira suara tersebut berasal dari sambaran petir. Namun setelah beberapa saat, diketahui ledakan itu berasal dari dalam kawasan perumahan dan menimbulkan kerusakan yang cukup serius.
“Getarannya terasa kuat. Awalnya kami kira suara petir, ternyata ada ledakan,” ujar seorang warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aparat keamanan langsung mensterilkan area terdampak. Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Sumatera Utara bersama sejumlah kendaraan taktis diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Di tengah proses pengamanan, terlihat petugas membawa kantong jenazah memasuki kawasan kompleks. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban maupun identitas korban yang diduga terdampak dalam peristiwa tersebut.
Pengamanan yang dilakukan aparat juga berdampak pada terbatasnya akses ke lokasi. Petugas PT PLN yang hendak melakukan pengecekan jaringan listrik di dalam kompleks mengaku tidak diizinkan memasuki area.
“Kami belum diperbolehkan masuk. Dari tadi hanya menunggu di depan gerbang,” kata salah seorang petugas PLN.
Belasan jurnalis yang datang untuk melakukan peliputan juga mengalami hal serupa. Mereka diminta tetap berada di luar kawasan oleh petugas keamanan dan personel Polisi Militer TNI AU yang berjaga di pintu masuk kompleks.
Menurut petugas di lokasi, pembatasan dilakukan karena area tersebut berada di sekitar kawasan Lanud Soewondo. Meski demikian, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan detail penutupan akses maupun penyebab pasti ledakan.
Hingga berita ini dipublikasikan, aparat keamanan masih melakukan sterilisasi dan olah tempat kejadian perkara. Sementara itu, awak media serta petugas PLN masih menunggu informasi resmi dari pihak berwenang terkait penyebab ledakan, kondisi korban, dan perkembangan penanganan insiden tersebut.***
