Hiburan

Sule dan Sallsa Bintan Rilis “Tukang Hujat”, Sindir Kebiasaan Netizen Lewat Genre Hipdut

JAKARTA, BATAVIANEWS.co.id – Komedian sekaligus entertainer Sule berkolaborasi dengan penyanyi Sallsa Bintan meluncurkan lagu terbaru bertajuk “Tukang Hujat” di Empire Cafe, Jumat (16/10/2026). Mengusung genre hipdut, perpaduan musik hip-hop dan dangdut, lagu ini mengangkat fenomena komentar negatif dan hujatan yang kerap muncul di media sosial.

Alih-alih menanggapi setiap komentar miring secara langsung, Sule memilih menuangkan pengalamannya menghadapi kritik dan hujatan menjadi sebuah karya musik yang menghibur.

“Daripada kita menjelaskan satu per satu, menghabiskan waktu, lebih baik kita bikin karya saja,” ujar Sule dalam peluncuran lagu tersebut.

Menurut Sule, musik menjadi salah satu cara untuk merespons berbagai komentar di dunia maya tanpa harus terjebak dalam perdebatan berkepanjangan.

Lagu “Tukang Hujat” dikemas dengan nuansa satir dan humor. Melalui liriknya, Sule dan Sallsa menyentil kebiasaan sebagian pengguna media sosial yang gemar memberikan komentar negatif terhadap kehidupan orang lain.

Kolaborasi Sule dan Sallsa Bintan

Kolaborasi ini ternyata bukan rencana awal Sule. Ia sebelumnya sempat mempertimbangkan untuk menggandeng rapper senior Iwa K. Namun, rencana tersebut tidak terealisasi karena terkendala persoalan kontrak.

Sule kemudian berkolaborasi dengan Sallsa Bintan untuk menghadirkan warna musik yang berbeda. Perpaduan karakter keduanya menjadi daya tarik tersendiri dalam lagu yang menggabungkan unsur hip-hop dengan irama dangdut tersebut.

Sallsa mengaku senang sekaligus merasa terhormat mendapat kesempatan bekerja sama dengan Sule. Kolaborasi lintas generasi ini diharapkan mampu menghadirkan hiburan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya mereka yang akrab dengan dinamika media sosial.

Bukan untuk Memusuhi Pengkritik

Sule menegaskan, lagu “Tukang Hujat” tidak dimaksudkan untuk memusuhi orang-orang yang menyampaikan kritik. Ia justru ingin menyampaikan pesan agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak berlebihan ketika memberikan komentar.

“Ini cuma edukasi. Kalian boleh menghujat, tetapi jangan terlalu berlebihan,” katanya.

Pesan tersebut menjadi salah satu inti lagu yang mengajak pendengar melihat fenomena hujatan dari sudut pandang yang lebih santai. Melalui humor dan musik, kritik sosial disampaikan tanpa harus menciptakan permusuhan.

Sule juga mengaku belum bisa memperkirakan respons pendengar terhadap lagu tersebut karena baru diluncurkan. Ia memilih menunggu perkembangan penerimaan publik dalam beberapa hari mendatang.

Melalui “Tukang Hujat”, Sule berharap lagu ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengingatkan masyarakat bahwa kebebasan berpendapat di ruang digital perlu dibarengi dengan sikap bijak dan tanggung jawab.

Di tengah maraknya interaksi di media sosial, karya ini menjadi cara Sule menyampaikan pesan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar, tetapi menyampaikan kritik tetap perlu memperhatikan batas kepatutan.***

Related posts

FFH Edisi Ke-4, Lift Jadi Film Terpilih, Tanpa Musik Film tak pernah Berakhir

egi murad

Baim Wong Pilih Bulukumba Jadi Lokasi Syuting Film Terbaru, Libatkan Prilly Latuconsina dan Amanda Manopo

egi murad

Festival Horor Indonesia Jadi Ruang Regenerasi dan Penguatan Industri Film Nasional

egi murad

Leave a Comment

Bahasa lain»