JAKARTA, BATAVIANEWS.co.id – Penyanyi bersuara khas asal Kazakhstan, Dimash Qudaibergen, akan menyapa penggemarnya di Indonesia melalui konser DIMENSIONS World Tour yang dijadwalkan berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), 12 Desember 2026.
Kehadiran penyanyi yang dikenal di panggung musik internasional tersebut tidak hanya dinantikan sebagai hiburan, tetapi juga membawa harapan untuk mempererat hubungan Indonesia dan Kazakhstan melalui pertukaran seni dan kebudayaan.
Rencana konser itu diumumkan dalam konferensi pers di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Terselenggaranya pertunjukan ini merupakan hasil pertemuan berbagai pihak, mulai dari komunitas penggemar, pelaku usaha, hingga perwakilan diplomatik kedua negara.
CEO PT Folago Global Nusantara Tbk, Subioto Jingga, menjelaskan bahwa proses menghadirkan Dimash ke Indonesia berlangsung relatif cepat. Salah satu faktor yang mendorong langkah tersebut adalah besarnya dukungan komunitas penggemar Dimash Indonesian Dears (DID).
Komunitas tersebut sebelumnya memasang empat papan reklame berukuran besar di kawasan SCBD, Jakarta, sebagai bentuk perayaan ulang tahun Dimash. Aksi itu menjadi gambaran nyata antusiasme penggemar Indonesia terhadap penyanyi asal Kazakhstan tersebut.
Subioto menilai dukungan itu sekaligus menunjukkan adanya potensi pasar yang menjanjikan bagi penyelenggaraan konser Dimash di Tanah Air.
Dengan dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif, FolagoPro kemudian menempuh jalur komunikasi melalui misi diplomatik hingga berhasil menjalin hubungan dengan pihak manajemen Dimash. Rangkaian upaya tersebut akhirnya membuka peluang penyelenggaraan konser DIMENSIONS World Tour di Indonesia.
Diplomasi Budaya Membuka Jalan
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan merangkap Tajikistan, Dr. Mochamad Fadjroel Rachman, mengatakan rencana konser Dimash tidak terlepas dari hubungan yang telah dirintis sejak 2022.
Fadjroel mengungkapkan, dirinya pernah bertemu dengan orang tua Dimash sebelum akhirnya berkesempatan bertemu langsung dengan sang penyanyi beserta keluarganya untuk menyampaikan undangan ke Indonesia.
“This is our greatest achievement in my cultural diplomacy,” ujar Fadjroel.
Pernyataan tersebut menggambarkan arti penting kedatangan Dimash bagi upaya diplomasi budaya yang dijalankan Indonesia di Kazakhstan.
Fadjroel juga menggambarkan kualitas vokal Dimash sebagai angelic voice, sebuah ungkapan untuk menekankan keindahan suara yang dimiliki penyanyi tersebut.
Menurutnya, musik dapat menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat dari latar belakang berbeda. Karena itu, konser Dimash di Indonesia diharapkan turut memperkuat kedekatan masyarakat kedua negara, tidak hanya dalam bidang seni, tetapi juga dalam hubungan antarmasyarakat.
Dimash Jadi Kebanggaan Kazakhstan
Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia, Serzhan Abdykarimov, menyampaikan bahwa Dimash memiliki arti khusus bagi masyarakat negaranya.
Di mata Abdykarimov, Dimash bukan sekadar penyanyi yang berhasil menembus industri musik dunia. Ia juga menjadi salah satu figur yang membawa kebanggaan bagi Kazakhstan melalui prestasi dan karya-karyanya.
Abdykarimov menilai musik Dimash mampu menjangkau pendengar dari berbagai negara tanpa dibatasi perbedaan bahasa maupun kebudayaan.
“His music crosses borders, touches hearts, and brings people closer together,” katanya.
Ia berharap kehadiran Dimash di Indonesia dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal Kazakhstan lebih dekat.
Selain menikmati pertunjukan musik, penonton diharapkan terdorong untuk mengetahui lebih jauh tentang tradisi, sejarah, kebudayaan, serta destinasi pariwisata negara di kawasan Asia Tengah tersebut.
Dengan demikian, konser ini berpotensi menjadi sarana pengenalan identitas Kazakhstan kepada masyarakat Indonesia melalui medium musik yang dapat dinikmati lintas generasi dan budaya.
Penantian Penggemar Sejak 2017
Kabar konser Dimash di Jakarta juga disambut antusias oleh komunitas Dimash Dears Indonesia (DID).
Perwakilan komunitas, Christine, mengungkapkan bahwa para penggemar telah menantikan kesempatan menyaksikan penampilan Dimash secara langsung sejak 2017.
Bagi mereka, konser tersebut bukan sekadar kesempatan menikmati suara sang idola dari dekat. Kehadiran Dimash di Indonesia juga menjadi momen yang dinantikan setelah bertahun-tahun memberikan dukungan melalui berbagai kegiatan komunitas.
Christine menilai pesona Dimash tidak hanya bersumber dari kemampuan vokalnya, tetapi juga karakter pribadi dan tekad yang ditunjukkannya dalam membangun karier musik.
Antusiasme komunitas ini sekaligus memperlihatkan peran penggemar dalam mendorong terselenggaranya pertunjukan internasional. Dukungan yang awalnya tumbuh dari komunitas dapat berkembang menjadi inisiatif yang mempertemukan pelaku industri hiburan, dunia usaha, dan jaringan diplomasi.
Musik sebagai Jembatan Dua Negara
Konser DIMENSIONS World Tour pada 12 Desember 2026 di SICC diharapkan menjadi momentum yang melampaui kepentingan hiburan semata.
Pertunjukan tersebut membuka peluang bagi masyarakat Indonesia untuk mengenal kekayaan budaya Kazakhstan, sekaligus memperlihatkan bagaimana musik dapat menjadi medium komunikasi antarbangsa.
Dari sisi industri hiburan, penyelenggaraan konser ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antara promotor, komunitas penggemar, dan dukungan diplomatik dalam menghadirkan pertunjukan berskala internasional.
Apabila momentum tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, konser Dimash berpeluang menjadi pintu masuk bagi kerja sama budaya yang lebih luas antara Indonesia dan Kazakhstan.
Pada akhirnya, panggung di SICC bukan hanya menjadi tempat bertemunya Dimash dan para penggemarnya. Konser ini juga diharapkan menjadi ruang perjumpaan dua kebudayaan, sekaligus memperkuat hubungan Indonesia-Kazakhstan melalui bahasa universal musik.***
