Nasional

PEREMPUAN AMAN Siapkan TEMUNAS IV, Kepemimpinan Perempuan Adat Jadi Sorotan

JAKARTA, BataviaNews.co.id — Persekutuan Perempuan Adat Nusantara (PEREMPUAN AMAN) akan menggelar Temu Nasional IV (TEMUNAS IV) pada Oktober 2026. Forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepemimpinan Perempuan Adat sekaligus membahas keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan terkait kehidupan, pembangunan, tanah, dan wilayah adat.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan PEREMPUAN AMAN bersama media di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Anggota Steering Committee TEMUNAS IV sekaligus Pengurus Harian Komunitas PEREMPUAN AMAN Sawesuma, Novilla Aru, mengatakan keterlibatan Perempuan Adat dalam berbagai keputusan yang menyangkut wilayahnya masih menghadapi sejumlah tantangan.

Menurut Novilla, suara perempuan kerap belum menjadi bagian penting ketika masyarakat menghadapi rencana pembangunan maupun perluasan lahan yang berpotensi memengaruhi tanah dan wilayah adat.

“Suara Perempuan Adat masih sering tidak didengar ketika menyampaikan pandangan mengenai pembangunan maupun perluasan lahan di wilayahnya,” ujar Novilla.

Sementara itu, anggota Steering Committee TEMUNAS IV sekaligus Dewan Pakar PEREMPUAN AMAN, Arimbi Heroepoetri, menilai masih terdapat pandangan yang menempatkan perempuan hanya sebagai pelengkap dalam kegiatan adat.

Ia mengatakan peran perempuan semestinya tidak hanya terlihat ketika dibutuhkan dalam kegiatan seremonial, tetapi juga dalam proses pengambilan keputusan dan kepemimpinan masyarakat adat.

“Perempuan sering dianggap hanya sebagai pelengkap dalam upacara. Ketika pemimpin Perempuan Adat dibutuhkan, barulah perempuan dicari-cari,” kata Arimbi.

TEMUNAS IV Digelar di SentulPEREMPUAN AMAN menjadwalkan TEMUNAS IV berlangsung pada 15-20 Oktober 2026 di Sentul, Bogor.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Memperkokoh Kepemimpinan Transformatif Perempuan Adat: Merawat Pengetahuan Menuju Kehidupan yang Berdaulat.

“Lebih dari 200 Perempuan Adat dari berbagai wilayah pengorganisasian di Nusantara dijadwalkan mengikuti forum tersebut.

Dalam TEMUNAS IV, peserta akan membahas sejumlah persoalan melalui empat sarasehan. Pembahasannya mencakup kedaulatan pangan dan ekonomi rumah tangga, pengetahuan Perempuan Adat dan kedaulatan wilayah adat, ketahanan menghadapi kekerasan berbasis gender, serta hak kolektif Perempuan Adat dalam tata kelola pemerintahan Masyarakat Adat.

Forum tersebut juga akan menghadirkan dialog publik yang membahas kepemimpinan Perempuan Adat dan perannya dalam mendorong perubahan.

Jadi Forum Pengambilan Keputusan Organisasi

Selain membahas berbagai isu Perempuan Adat, TEMUNAS IV menjadi forum tertinggi dalam pengambilan keputusan di lingkungan PEREMPUAN AMAN.

Dalam forum tersebut, anggota akan mengevaluasi perjalanan organisasi, menentukan arah perjuangan ke depan, menyusun resolusi, mengukuhkan Dewan Nasional, serta memilih Ketua Umum untuk periode berikutnya.

Ketua Umum PEREMPUAN AMAN, Devi Anggraini, menekankan pentingnya memastikan Perempuan Adat memiliki posisi sebagai pemegang hak dalam menentukan keputusan yang berkaitan dengan kehidupan dan wilayah mereka.

“Selama ini Perempuan Adat masih dilihat sebagai objek, belum sebagai subjek pemegang hak,” ujar Devi.

PEREMPUAN AMAN saat ini tercatat memiliki 5.075 anggota individu yang tersebar di 120 Wilayah Pengorganisasian pada tujuh region Nusantara.

Organisasi tersebut merupakan organisasi sayap Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang memiliki sifat otonom dan nirlaba.*(YNI)

Related posts

Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor Unsoed, Gantikan Akhmad Sodiq yang Tersangka KPK

egi murad

Hoegeng Awards 2026 Apresiasi Polisi Teladan, Yudi Purnomo: Cerminan Polri yang Diharapkan Masyarakat

egi murad

Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung, Pengawalan Brimob Bersenjata Warnai Proses Tahap II

egi murad
Bahasa lain»