Jabar

Festival Bonsai Nasional Meriahkan HJKS ke-156, Sukabumi Bidik Poros Bonsai Indonesia

SUKABUMI, BATAVIA NEWS – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 tahun 2026 turut diramaikan melalui Festival dan Pameran Bonsai Nasional yang digelar di Alun-Alun Bojonglopang, Kecamatan Jampangtengah.

Kegiatan yang digagas Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) Cabang Sukabumi tersebut menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian luas karena menghadirkan ratusan bonsai dari berbagai daerah di Indonesia.

Rangkaian festival berlangsung sejak 3 September dan dijadwalkan berakhir pada 20 September 2026. Puncak kegiatan digelar Sabtu (19/9/2026), ditandai dengan pembukaan pameran untuk masyarakat, pengumuman pemenang kompetisi, serta penyerahan penghargaan kepada para peserta.

Antusiasme masyarakat dan kolektor bonsai terlihat di lokasi. Ribuan pengunjung disebut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk para pebonsai dari berbagai daerah di Tanah Air.

Sejumlah pejabat daerah turut menghadiri puncak acara, di antaranya Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Wakil Bupati Andreas, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, jajaran organisasi perangkat daerah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kapolres dan Dandim Sukabumi.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan festival berskala nasional tersebut. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, ditunjuk sebagai penanggung jawab dari unsur pemerintah daerah.

Bonsai Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Festival mengangkat tema “Merdeka dalam Berkarya, Ngahiji Wujudkan Sukabumi Mubarakah sebagai Poros Bonsai Indonesia.

”Ketua RUBI Sukabumi, Wahyu Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi yang terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, Camat Jampangtengah, Ichsan Muchlis Sani, melihat pengembangan bonsai tidak hanya berkaitan dengan hobi dan seni tanaman, tetapi juga memiliki peluang ekonomi.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan ekonomi kreatif dan agrobisnis masyarakat. Dampaknya diharapkan turut dirasakan pelaku UMKM maupun sektor akomodasi di wilayah Jampangtengah.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar dalam kesempatan tersebut juga mendorong pengurus dan anggota RUBI untuk terus mengembangkan kreativitas. Ia berharap Kabupaten Sukabumi dapat semakin dikenal sebagai salah satu pusat bonsai nasional.

Buku “Bonsai; Karya Seni dan Investasi” Diluncurkan

Puncak festival juga diwarnai peluncuran buku berjudul “Bonsai; Karya Seni dan Investasi” karya Penasehat RUBI Sukabumi, Achmad Zazuli.

Achmad menjelaskan, buku tersebut tidak sekadar menyajikan informasi mengenai bonsai, tetapi juga membawa gagasan mengenai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui seni bonsai.

“Buku ini bukan berisi katalog gambar-gambar bonsai. Di dalamnya termuat gagasan besar terkait peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui mahakarya seni,” ujar Achmad.

Ia mengatakan buku tersebut juga memuat rancangan pengembangan Center of Excellence (CoE) serta konsep Desa Wisata Bonsai di Kabupaten Sukabumi.

270 Bonsai Ikuti Kompetisi NasionalSebanyak 270 pohon bonsai menjadi bagian dari kompetisi dalam festival nasional tersebut. Karya-karya peserta berasal dari berbagai daerah dan dikelompokkan berdasarkan kategori ukuran, mulai dari kelas Small hingga Large.

Proses penerimaan fisik tanaman berlangsung pada 14–17 September 2026. Setelah itu, penjurian dilakukan pada 18 September oleh dewan juri nasional yang terdiri dari Ir. Gunardi, Ruli Pangalila, dan Taman.

Penilaian juga melibatkan juri lokal bersertifikasi, Tetu Sumanjaya.

Festival ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertemukan seni, pelestarian tanaman, komunitas bonsai, dan peluang ekonomi kreatif. Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap geliat tersebut dapat terus berkembang dan memperkuat posisi daerah sebagai salah satu tujuan kegiatan bonsai berskala nasional.***

Related posts

Pengelasan Picu Kebakaran Pabrik Busa di Cileungsi, Lima Mobil Hangus

egi murad

Viral Disebut Prabowo Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Rumah Susanah Kini Dipasangi Garis Polisi

egi murad

Sopir Pikap Online Kaget, Muatan Kardus Ternyata Berisi Mayat Wanita

egi murad

Leave a Comment

Bahasa lain»