BOGOR, BATAVIA NEWS — Rumah Susanah di Kampung Ciuncal, RT 01/RW 04, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi perhatian setelah dipasangi garis polisi. Rumah tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan setelah Susanah disebut Presiden Prabowo Subianto sebagai buruh harian pengupas bawang dengan upah sekitar Rp700 ribu per kilogram.
Pantauan di lokasi, potongan garis polisi berwarna kuning masih terlihat terpasang di bagian atap teras rumah. Gulungan garis serupa juga tampak di sebuah bangunan warga yang biasa digunakan sebagai tempat berkumpul atau pos keamanan lingkungan.
Menurut Iis, istri Ketua RT setempat, pemasangan garis pembatas dilakukan beberapa hari sebelumnya ketika Susanah dan suaminya, Didim, sedang berada di Jakarta.
Pemasangan tersebut disebut merupakan hasil pembahasan perangkat lingkungan, mulai dari Ketua RW, kepala desa hingga kepala dusun. Salah satu pertimbangannya adalah meningkatnya kedatangan awak media ke rumah Susanah setelah kisahnya menjadi perhatian publik.
“Takutnya, khawatirnya mungkin jiwa anak-anaknya belum siap dengan kondisi yang tiba-tiba orang tuanya viral,” ujar Iis.
Selain membatasi keramaian, langkah tersebut disebut bertujuan menjaga kondisi psikologis anak-anak Susanah yang ikut terkena dampak dari sorotan publik.
Wartawan Diminta Koordinasi
Iis mengatakan wartawan yang hendak melakukan peliputan di sekitar rumah Susanah diminta berkoordinasi terlebih dahulu dengan perangkat lingkungan. Pengaturan tersebut dilakukan agar aktivitas peliputan tidak mengganggu kenyamanan warga.
Ia juga menyebut pihak pemerintah, termasuk Kementerian Sosial, sempat melakukan pengambilan gambar di lokasi tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan perangkat lingkungan.
Kondisi itu kemudian menjadi salah satu pertimbangan untuk sementara memperketat pengaturan akses di sekitar rumah Susanah.
Disebut Prabowo dalam Pidato Kenegaraan
Nama Susanah mencuat setelah disebut Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada rangkaian Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Saat itu, Prabowo memperkenalkan Susanah sebagai warga Kabupaten Bogor yang bekerja sebagai buruh harian pengupas bawang dengan upah sekitar Rp700 ribu per kilogram.
Susanah yang hadir mengenakan pakaian adat tampak berdiri di balkon Gedung Nusantara ketika namanya disebut. Tayangan mengenai kesehariannya juga ditampilkan dalam kesempatan tersebut.
Pernyataan mengenai besaran upah itu kemudian menjadi perbincangan luas di media sosial. Namun, angka Rp700 ribu per kilogram tersebut hingga kini belum terverifikasi secara independen.
Warga Sebut Pekerjaan Susanah Berbeda
Keterangan warga sekitar mengenai pekerjaan Susanah juga berbeda dengan narasi yang ramai beredar.
Iis menyebut tidak mengetahui adanya profesi pengupas bawang di Kampung Ciuncal, khususnya wilayah RT 01.
“Di Kampung Ciuncal ini, terutama di RT 01, tidak ada profesi pengupas bawang ya,” kata Iis.
Menurut keterangan warga, Susanah sehari-hari diketahui membuat kain majun pada pagi hari. Setelah itu, pada siang hingga sore, ia disebut bekerja mencuci ompreng di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sementara itu, suaminya, Didim, disebut bekerja serabutan. Pekerjaannya antara lain menjadi kuli bangunan serta menerima pekerjaan memperbaiki rumah warga.
Perbedaan informasi mengenai pekerjaan dan besaran penghasilan Susanah tersebut membuat kisah warga Cileungsi itu terus menjadi perhatian publik. Di tengah sorotan tersebut, warga setempat kini berupaya menjaga ketertiban lingkungan sekaligus melindungi privasi keluarga Susanah, terutama anak-anaknya.***
