Nasional

BGN Copot Kepala SPPG Usai 113 Orang di SMAN 1 Rembang Keracunan MBG

JAKARTA, BATAVIANEWS.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas setelah puluhan siswa dan guru SMAN 1 Rembang, Jawa Tengah, mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebanyak 105 siswa dan delapan guru dilaporkan mengalami keluhan diare dan mual setelah mengonsumsi makanan MBG pada Kamis (24/9/2026).

Sebagai langkah awal, BGN mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Magersari 2 yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan tersebut. Operasional SPPG Magersari 2 juga dihentikan sementara.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan SPPG tersebut dikenai sanksi berat selama 30 hari. Evaluasi akan dilakukan untuk menentukan apakah operasional dapat kembali berjalan atau justru dihentikan secara permanen.

“Untuk sementara kita sudah berlakukan suspend berat selama 30 hari ke depan. Kalau recovery dan perbaikan tidak jalan, maka tidak menutup kemungkinan kita lakukan penutupan permanen,” ujar Ketut, Minggu (26/9/2026).

BGN masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru.

Selain menunggu hasil laboratorium, tim BGN melakukan investigasi menyeluruh terhadap SPPG Magersari 2. Pemeriksaan mencakup standar operasional, kelayakan dapur, hingga personel yang terlibat dalam proses penyediaan makanan.

Ketut mengakui masih terdapat prosedur operasional standar (SOP) yang diduga tidak dijalankan sebagaimana mestinya. BGN menegaskan keselamatan dan kesehatan penerima manfaat menjadi prioritas dalam pelaksanaan program MBG.

“Demi keselamatan dan kesehatan penerima manfaat, kami tidak segan untuk mengambil tindakan tegas, baik terhadap operasional dapurnya maupun pelaksana di lapangan,” tegas Ketut.

Menu MBG Diduga Berkaitan dengan Keluhan Kesehatan

Kepala SMAN 1 Rembang, Endang Sri Lestari, sebelumnya membenarkan adanya puluhan siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan MBG.

Dari total yang terdampak, sebanyak 105 siswa dan delapan guru mengalami diare. Tidak ada tenaga kependidikan yang dilaporkan mengalami keluhan serupa.

Menu MBG yang disantap para siswa pada Kamis (24/9/2026) terdiri atas nasi, bakwan jagung, dan pentol bumbu Bali.

Pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Hasil uji laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar dalam proses evaluasi dan penanganan terhadap SPPG Magersari 2.***

Related posts

Komisi II DPR Kebut RUU Perampasan Aset, Ditargetkan Rampung Sebelum Desember

egi murad

Gempa M 5,2 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Sukabumi dan Bandung

egi murad

Prabowo Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 H, Terima Laporan Haji dan Bahas Pengembangan SDM

egi murad
Bahasa lain»