Hukum Kriminal

Geber Gas di Tengah Persiapan 17 Agustus, Dua Kelompok Remaja Bentrok di Ciputat

Tangerang Selatan, Batavia News – Aksi tawuran yang melibatkan dua kelompok remaja di kawasan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, dipicu insiden sepele saat warga tengah memasang umbul-umbul peringatan Hari Kemerdekaan RI. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (2/8/2026) pagi itu kemudian berkembang setelah kedua kelompok saling memancing melalui media sosial.

Kapolsek Ciputat Timur, AKP Bambang Askar Sodiq, menjelaskan bentrokan terjadi antara kelompok remaja dari Gang Nurul Huda dan Gang Swadaya. Saat kejadian, warga Gang Swadaya sedang bergotong royong memasang umbul-umbul untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Bambang, situasi mulai memanas ketika sebuah sepeda motor melintas sambil menggeber gas di sekitar lokasi. Aksi tersebut memicu emosi sekelompok remaja hingga berujung pada perselisihan.

Ketegangan semakin meningkat setelah kedua kelompok saling melontarkan tantangan melalui akun media sosial masing-masing. Berbagai unggahan dan pesan langsung (DM) diduga menjadi pemicu yang memperkeruh suasana hingga akhirnya terjadi aksi tawuran.

Merespons kejadian itu, jajaran Polsek Ciputat Timur langsung melakukan penyisiran dan mengamankan sejumlah remaja yang diduga terlibat dalam bentrokan. Polisi juga meningkatkan pengamanan dengan mendirikan tiga pos di sekitar lokasi untuk mencegah konflik susulan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Langkah pengamanan dilakukan selama tiga hari berturut-turut melalui patroli dan penyisiran di wilayah yang dianggap rawan, guna memastikan situasi kembali kondusif.

Selain itu, Bambang turut meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait video viral yang menyebut adanya aksi teror oleh sekelompok orang bertopeng. Ia menegaskan narasi tersebut tidak benar.

Menurutnya, orang-orang yang terlihat dalam video tersebut merupakan para remaja yang menggunakan helm dan masker sebagai pelindung diri, bukan pelaku aksi teror seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya penggunaan media sosial yang berpotensi memicu konflik antarkelompok.****

Related posts

Sengketa Tanah Libatkan WNA Rusia, Kuasa Hukum Budiman Tiang Minta Negara Hadir Berikan Kepastian Hukum

egi murad

Roy Suryo Sebut Reuni KIB Tak Berkaitan dengan Sidang Praperadilan, Singgung Penangkapan di Rumahnya

egi murad

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG, Diduga Berperan Atur Mitra dan Aliran Dana

egi murad