Peristiwa

Jembatan Pongpet Ambruk Saat Peresmian, Dandim Pangandaran Akui Kelalaian dan Minta Maaf

PANGANDARAN, BATAVIA NEWS – Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka menyusul insiden terlepas dan putusnya sling Jembatan Pongpet ketika dilintasi rombongan pejabat dan warga dalam acara peresmian.

Dandim mengakui terdapat kelalaian dalam pengaturan jumlah orang yang berada di atas jembatan. Suasana peresmian yang berlangsung meriah membuat pengawasan terhadap kapasitas jembatan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Menurut Citra, pihak Kodim seharusnya memastikan jumlah orang yang melintas sesuai dengan batas keamanan yang telah ditentukan.

“Memang kesalahan kami dari Kodim. Pada saat pelaksanaan peresmian kami tidak mengontrol kapasitas yang melewati jembatan tersebut,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (31/8/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di Jembatan Pongpet, Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kabupaten Pangandaran, Minggu (30/8/2026) sore.

Saat kejadian, rombongan Forkopimda bersama Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dan Dandim tengah melintasi jembatan setelah agenda penyambutan. Tiba-tiba, sling penahan di sisi kanan jembatan bersama blok angkur terlepas hingga menyebabkan bagian tersebut putus.

Meski sling mengalami kerusakan, konstruksi utama dan rangka bawah jembatan gantung sepanjang sekitar 60 meter itu disebut masih dalam kondisi utuh.

Dandim menjelaskan, berdasarkan spesifikasi teknis, Jembatan Pongpet memiliki kemampuan menahan beban maksimal sekitar dua ton. Untuk penggunaan normal, kapasitas yang diperbolehkan berada pada kisaran 60 persen dari daya tampung maksimal.

Sebelum digunakan, pengelola juga telah memasang papan peringatan pada kedua sisi jembatan. Aturan tersebut membatasi penggunaan maksimal tiga pejalan kaki atau satu sepeda motor secara bergantian.

Namun, ketentuan itu tidak diterapkan secara optimal ketika prosesi peresmian berlangsung. Lebih dari 40 orang diperkirakan berada di atas jembatan dalam waktu bersamaan.

“Diperkirakan ada 40 orang lebih di atas jembatan,” kata Citra.

Ia menambahkan, jembatan tersebut sebelumnya telah menjalani uji coba sekitar satu pekan sebelum peresmian. Dalam pengujian tersebut, jembatan dilintasi dua sepeda motor dan enam orang dan tidak ditemukan persoalan.

Hasil uji coba itu menjadi salah satu pertimbangan bahwa jembatan dapat digunakan. Namun, kondisi saat peresmian berbeda karena jumlah orang yang berada di atas jembatan jauh melebihi ketentuan.

Dandim menegaskan insiden tersebut menjadi evaluasi penting, khususnya dalam pengawasan kapasitas jembatan saat digunakan masyarakat.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan mengakui bahwa pengendalian jumlah orang seharusnya menjadi perhatian utama selama kegiatan peresmian.***

Related posts

60 Rumah di Pluit Terbakar, 2 Warga Terluka, 720 Jiwa Terdampak

egi murad

Abah Setu Sudah Minta Maaf, Polisi Tegaskan Kasus Dugaan Penistaan Agama Tetap Diproses!

egi murad

Gempa M 6,7 Guncang Tenggara Palu, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

egi murad
Bahasa lain»