Sukabumi

Upah Buruh Kupas Bawang di Sukabumi Hanya Rp10 Ribu per Karung, Yeyet: Kalau Rp700 Ribu, Saya Mau

SUKABUMI, BATAVIA NEWS — Ketika sebagian besar warga masih terlelap, Yeyet sudah bersiap meninggalkan rumahnya di Selajambe, Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Perempuan yang sehari-hari menjadi buruh kupas bawang putih itu harus menempuh perjalanan dengan ojek dan angkutan kota menuju Pasar Tipar Gede, Kota Sukabumi.

Setibanya di pasar sekitar pukul 06.00 WIB, Yeyet langsung bekerja. Dengan pisau di tangannya, ia memisahkan bawang putih dari bonggolnya satu per satu. Gerakannya terlihat cepat dan terampil meski usianya sudah tidak muda lagi.

“Sampai pasar mulai kerja biasanya jam 6 pagi, jam 10 juga untuk pulang lagi,” ujar Yeyet saat ditemui di Pasar Tipar Gede, Minggu (16/8/2026).

Yeyet mengaku pekerjaan tersebut menjadi salah satu cara dirinya membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Kondisi suaminya yang sudah lanjut usia membuat dirinya harus ikut mencari penghasilan.

Dalam sehari, Yeyet biasanya mampu menyelesaikan tiga hingga empat karung bawang putih. Satu karung berisi sekitar 20 kilogram bawang putih utuh.

Namun, upah yang diterimanya bukan berdasarkan berat bawang yang dikupas. Yeyet mendapatkan Rp10.000 untuk setiap karung yang berhasil diselesaikannya.

“Satu hari kuatnya tiga atau empat karung, dapat upahnya dihitung per karung. Satu karung itu Rp10.000,” katanya.

Dengan kemampuan tersebut, penghasilan Yeyet dalam sehari berkisar Rp30.000 hingga Rp40.000. Sebagian uang itu bahkan harus disisihkan untuk membayar biaya perjalanan ke pasar pada hari berikutnya.

“Upahnya nanti suka buat ongkos ke sini. Bayar ojek Rp10.000 terus naik angkot Rp5.000. Alhamdulillah sisanya mah suka dibelikan beras dua liter,” tutur Yeyet.

Kisah Yeyet menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menyebut penghasilan seorang buruh pengupas bawang dalam pidatonya pada Sidang Tahunan dan Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidato tersebut, Prabowo memperkenalkan Susanah, warga Kabupaten Bogor yang disebut bekerja sebagai buruh harian pengupas bawang sekaligus penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Prabowo menyebut Susanah memperoleh upah Rp700.000 per kilogram.

“Program Keluarga Harapan dan program sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Pernyataan mengenai besaran penghasilan tersebut kemudian ramai diperbincangkan di ruang publik.

Bagi Yeyet, nominal tersebut tentu sangat jauh dibandingkan pendapatannya selama bekerja di Pasar Tipar Gede. Ia mengaku tidak mengetahui kondisi buruh pengupas bawang yang disebut Presiden mendapatkan penghasilan Rp700.000 tersebut.

Meski demikian, jika memang ada pekerjaan mengupas bawang dengan bayaran sebesar itu, Yeyet mengaku tidak akan menolak.

“Da sakieu (satu karung) Rp10.000 upahnya. Ya enggak tahu ibu mah, mungkin mau (dapat upah Rp700 ribu),” ucapnya.

Bagi Yeyet, berapa pun hasil yang diperoleh dari pekerjaan tersebut tetap berarti. Dari penghasilan yang terbilang kecil itu, ia berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memastikan masih memiliki ongkos untuk kembali bekerja keesokan harinya.***(AL)

Related posts

Gempa M4,3 Guncang Sukabumi, Getaran Terasa hingga Cianjur

egi murad

Festival Bonsai Sukabumi 2026 Masuk Agenda HJKS, Bojonglopang Bersiap Jadi Pusat Bonsai Nasional

egi murad

Erupsi Anak Krakatau Berpotensi Berdampak ke Sukabumi, BPBD Minta Warga Tetap Waspada

egi murad
Bahasa lain»