Permohonan pengalihan penahanan Richard Lee karena kondisi kesehatan yang diklaim memburuk selama ditahan.
Jakarta, Batavia News – Sidang lanjutan perkara dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Kesehatan yang menjerat dokter Richard Lee di Pengadilan Negeri Tangerang diwarnai permohonan pengalihan penahanan. Tim kuasa hukum menyebut kondisi kesehatan kliennya memburuk selama menjalani masa tahanan di Lapas Pemuda Tangerang.
Kuasa hukum Richard Lee, Faizal Hafied, mengungkapkan kliennya sempat kehilangan kesadaran di dalam sel setelah menghentikan konsumsi obat keras tanpa pendampingan tenaga medis. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan keadaan darurat yang membutuhkan penanganan dokter spesialis di luar fasilitas kesehatan lapas.
Dalam persidangan, Richard Lee juga diberi kesempatan menyampaikan keterangannya di hadapan majelis hakim. Ia mengaku telah mengonsumsi obat keras jenis Amitriptyline selama sekitar empat bulan dan memahami penghentian obat secara mendadak dapat memicu gangguan kesehatan yang serius.
Richard Lee menegaskan dirinya tetap kooperatif dan tidak berniat menghambat proses hukum. Ia menyatakan siap mengikuti seluruh agenda persidangan, termasuk jika digelar setiap hari, dengan harapan majelis hakim mempertimbangkan permohonan pengalihan penahanannya agar dapat memperoleh perawatan medis yang memadai.
Menanggapi permohonan tersebut, majelis hakim menjelaskan bahwa pengalihan penahanan hanya dapat dipertimbangkan apabila terdapat rujukan resmi dari dokter Lapas yang menyatakan terdakwa membutuhkan perawatan di rumah sakit. Hakim meminta tim kuasa hukum melengkapi dokumen medis terbaru sesuai prosedur yang berlaku.
Richard Lee saat ini berstatus terdakwa dalam perkara dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Kesehatan. Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan peredaran produk skincare White Tomato dan DNA Salmon yang dilaporkan oleh Samira Farahnaz atau Dokter Detektif (Doktif). Jaksa menilai produk tersebut diduga tidak memenuhi standar keamanan dan mencantumkan informasi yang tidak sesuai dengan kandungan produk, sehingga Richard Lee didakwa dengan sejumlah pasal dalam persidangan yang masih berlangsung.
