Papua, Batavia News – Lebih dari satu bulan setelah kematian Kevin Febrian Chen (24), kasus dugaan tabrak lari yang melibatkan iring-iringan kendaraan TNI AD di Kabupaten Jayapura, Papua, masih belum menemukan titik terang. Hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, sementara keluarga korban mengaku terus berjuang mencari keadilan.
Peristiwa yang terjadi pada pertengahan Juni 2026 itu kini menjadi sorotan karena dinilai mencerminkan lambannya penanganan perkara yang diduga melibatkan kendaraan militer. Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan proses penyelidikan telah dilakukan, namun hasilnya hingga kini belum diumumkan kepada publik.
Ibu korban, Sampe Mulyana atau Ully, mengenang malam saat dirinya menerima kabar bahwa putra sulungnya mengalami kecelakaan. Beberapa menit kemudian, telepon kedua datang membawa kabar yang jauh lebih memilukan: Kevin dinyatakan meninggal dunia.
Dengan perasaan hancur, Ully menuju lokasi dan kemudian ke Rumah Sakit Yowari. Di sana ia mendapati jenazah putranya masih berlumuran darah. Menurut penjelasan tenaga medis, korban mengalami luka berat, termasuk patah tulang dan bekas yang diduga akibat terlindas kendaraan.
Sejak hari pertama kejadian, keluarga mengaku tidak tinggal diam. Mereka berupaya mengumpulkan bukti secara mandiri, mulai dari mencari rekaman kamera pengawas (CCTV), mendatangi saksi-saksi, hingga menyampaikan laporan kepada aparat kepolisian dan Polisi Militer.
Ully menyebut dirinya telah empat kali mendatangi Pomdam XVII/Cenderawasih dan enam kali ke Polsek Sentani untuk menanyakan perkembangan perkara. Namun, menurut pengakuannya, proses hukum berjalan lambat sehingga keluarga merasa seolah dipingpong antarinstansi.
Bahkan, keluarga mengklaim sebagian barang bukti berupa rekaman CCTV dan informasi saksi diperoleh atas usaha mereka sendiri. Rekaman tersebut disebut memperlihatkan iring-iringan kendaraan militer yang melintas di Jalan Dunlop, Distrik Sentani, pada malam kejadian.
Kuasa hukum keluarga juga menyatakan sejumlah fakta lapangan masih perlu didalami penyidik, termasuk identitas kendaraan yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut serta pemeriksaan terhadap seluruh personel yang berada dalam rombongan.
Kasus ini kembali memunculkan perhatian publik terhadap mekanisme penanganan kecelakaan lalu lintas yang diduga melibatkan anggota TNI. Sejumlah kalangan menilai proses hukum harus berjalan secara transparan agar memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
Sementara itu, pihak Kodam XVII/Cenderawasih sebelumnya telah menyampaikan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai hasil penyidikan maupun penetapan pihak yang bertanggung jawab atas meninggalnya Kevin Febrian Chen.
Batavia News akan terus memantau perkembangan penyelidikan kasus ini dan menyajikan informasi berdasarkan fakta serta keterangan resmi dari pihak-pihak berwenang.***
