Megapolitan

Abang None Jakarta 2026 Diminta Tak Sekadar Sandang Gelar, tetapi Ikut Jaga Identitas Ibu Kota

JAKARTA, BATAVIA NEWS – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa keberadaan Abang dan None Jakarta memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menyandang gelar dalam ajang pemilihan.

Menurut Rano, para Abang dan None merupakan bagian dari representasi Jakarta yang memiliki peran memperkenalkan karakter, budaya, sekaligus wajah Ibu Kota kepada masyarakat luas.

“Menjadi Abang None bukan semata-mata tentang selempang atau gelar. Ada nama Jakarta yang harus dijaga, citra kota yang perlu diperkenalkan, sekaligus nilai-nilai budaya yang mesti terus dirawat,” ujar Rano saat menghadiri Grand Final Abang None Jakarta 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Grand Final Abang None Jakarta 2026 merupakan penyelenggaraan ke-54 dengan mengangkat tema “Satukan Hati, Wujudkan Aksi”. Ajang tersebut menjadi tahap akhir setelah para peserta melewati rangkaian seleksi dan pembekalan.

Rano mengapresiasi proses yang telah dilalui para finalis. Menurutnya, tahapan tersebut memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengenal Jakarta tidak hanya dari sisi kehidupan perkotaan, tetapi juga dari sejarah, kebudayaan dan perkembangan masyarakatnya.

Tak Hanya Mengandalkan Penampilan

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Andhika Permata menjelaskan, pembekalan terhadap finalis Abang None Jakarta tidak berhenti pada kemampuan tampil di hadapan publik.

Para peserta diperkenalkan dengan berbagai aspek Jakarta, termasuk sektor pariwisata, ekonomi kreatif, kebudayaan serta kehidupan masyarakat yang menjadi bagian dari identitas kota.

“Jakarta sendiri terus bergerak. Kota ini tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang, sekaligus berkembang menjadi ruang pertemuan berbagai budaya, komunitas, kreativitas, kuliner dan aktivitas ekonomi,” kata Andhika.

Dengan bekal tersebut, Abang dan None diharapkan mampu menceritakan Jakarta secara lebih menyeluruh. Bukan hanya mengenai lokasi wisata, tetapi juga sejarah, budaya, kreativitas warga, komunitas hingga kekayaan kuliner yang dimiliki Ibu Kota.

Promosi Jakarta Merambah Ruang Digital

Perkembangan teknologi juga membuat cara mempromosikan Jakarta mengalami perubahan. Media digital dan berbagai platform daring kini menjadi ruang penting untuk memperkenalkan potensi kota kepada masyarakat, termasuk generasi muda.

Rano mendorong Abang dan None Jakarta agar mampu memanfaatkan perkembangan tersebut secara kreatif dan bertanggung jawab.

Menurutnya, pengalaman serta sudut pandang generasi muda dapat menjadi kekuatan dalam membangun cerita mengenai Jakarta. Namun, kreativitas di ruang digital tetap perlu disertai pemahaman terhadap budaya dan nilai yang melekat pada kota tersebut.

Abang dan None diharapkan dapat menjadi jembatan antara Jakarta dengan generasi muda serta masyarakat luas melalui cara komunikasi yang sesuai perkembangan zaman, tanpa menghilangkan akar budaya Ibu Kota.

Menatap Jakarta Menuju Lima Abad

Peran tersebut semakin penting seiring perjalanan Jakarta menuju usia lima abad. Sebagai kota modern, Jakarta memiliki perkembangan ekonomi dan kehidupan masyarakat yang dinamis, namun tetap menyimpan sejarah serta warisan budaya yang menjadi bagian dari identitasnya.

Karena itu, Abang dan None Jakarta diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial. Mereka juga dapat mengambil bagian dalam memperkenalkan karakter Jakarta kepada publik, termasuk kepada masyarakat internasional.

Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta Lucky Wulandari mengatakan, Grand Final Abang None Jakarta 2026 memang menjadi akhir dari rangkaian kompetisi. Namun, berakhirnya pemilihan bukan berarti berakhir pula kesempatan para peserta untuk berkontribusi.

Baik mereka yang meraih gelar maupun peserta yang belum terpilih diharapkan tetap membawa pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama proses pemilihan untuk menghasilkan karya bagi Jakarta.

“Harapannya, Abang dan None Jakarta 2026 dapat membawa energi baru dalam perjalanan Jakarta menuju lima abad. Tidak hanya menjadi representasi yang tampil di depan publik, tetapi juga ikut memperkenalkan budaya Jakarta agar melangkah lebih jauh dan dikenal dunia,” ujar Lucky.***

Related posts

Gebrakan Baru Pramono! Transportasi Kepulauan Seribu Tak Lagi di Bawah Dishub”

egi murad

LRT Jakarta Rute Pegangsaan Dua–Manggarai Segera Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 28 Menit

egi murad

Polsek Metro Penjaringan Gelar Boxing Show Case, Salurkan Bakat Remaja dan Cegah Tawuran

egi murad

Leave a Comment

Bahasa lain»