JAKARTA, BATAVIA NEWS — Kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, direncanakan mengalami pengembangan dengan konsep kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi perdagangan, hunian, layanan kesehatan, perkantoran hingga pusat kuliner.
Rencana tersebut digarap PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) melalui anak usahanya, PT Ratu Karya, bersama Perumda Pasar Jaya.
Kerja sama kedua pihak ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 17 September 2026 sebagai langkah awal dalam rencana pengembangan kawasan Pasar Minggu.
Direktur Utama BIKE Eric Kusuma mengungkapkan, proyek tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp1 triliun.
“Perjanjian Pelaksanaan Pembangunan Pasar Minggu Wilayah Jakarta Selatan diperkirakan menyerap nilai investasi senilai Rp1 triliun,” kata Eric dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dikutip Sabtu (19/9/2026).
Konsep pengembangan yang disiapkan tidak sebatas penataan area perdagangan. Kawasan tersebut juga direncanakan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.
Di antaranya kios dan los bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), rumah susun, rumah sakit, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan hingga area food court.
Namun, penandatanganan MoU belum menjadi tanda dimulainya pembangunan secara penuh. Masih terdapat sejumlah proses yang harus diselesaikan sebelum proyek dapat direalisasikan.
Eric menjelaskan, tahapan lanjutan akan ditentukan berdasarkan hasil kajian serta pemenuhan berbagai persyaratan, mulai dari aspek teknis, hukum, komersial, finansial hingga perizinan.
“Pelaksanaan lebih lanjut akan bergantung pada hasil kajian dan pemenuhan persyaratan teknis, legal, komersial, finansial, perizinan, persetujuan korporasi serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.
BIKE memastikan setiap tahapan proyek akan mengikuti mekanisme perizinan dan persetujuan korporasi serta ketentuan hukum yang berlaku. Informasi mengenai perkembangan proyek selanjutnya juga akan disampaikan sesuai kewajiban keterbukaan informasi perusahaan tercatat.
Saham BIKE Menguat
Di tengah rencana pengembangan kawasan Pasar Minggu, saham BIKE juga mencatat penguatan di perdagangan Bursa Efek Indonesia.
Pada perdagangan Jumat (18/9/2026), saham BIKE ditutup naik 9,71 persen ke level Rp1.130 per saham. Kenaikan tersebut membuat saham BIKE mencapai batas atas pergerakan harga harian atau auto rejection atas (ARA).
Dalam periode satu pekan, saham BIKE tercatat menguat 22,83 persen. Sementara dalam sebulan terakhir, saham tersebut telah mengalami kenaikan sebesar 121,57 persen.
Meski demikian, realisasi proyek Pasar Minggu masih menunggu penyelesaian kajian, perizinan, persetujuan korporasi serta persyaratan lainnya sebelum masuk ke tahap pelaksanaan.***
