Nasional

Cinta Laura Soroti Pendidikan dan Kesiapan Finansial Hadapi Populasi Menua

JAKARTA, BATAVIA NEWS – Indonesia diproyeksikan memasuki fase masyarakat menua dengan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) yang diperkirakan mencapai lebih dari 20 persen pada 2045.

Proyeksi tersebut tercantum dalam riset DBS Foundation bertajuk “Indonesia Menuju Populasi Menua: Seberapa Siapkah Kita?”. Perubahan demografi ini menjadi perhatian karena struktur keluarga semakin kecil, sementara ketergantungan ekonomi lansia terhadap anggota keluarga yang masih bekerja masih cukup tinggi.

Dalam riset tersebut tercatat sekitar 82,96 persen rumah tangga lansia masih mengandalkan penghasilan anggota keluarga yang bekerja.

Kondisi itu menunjukkan bahwa persiapan menghadapi masa tua perlu dilakukan sejak seseorang berada pada usia produktif. Persiapan tidak hanya menyangkut keuangan, tetapi juga pendidikan, kesehatan, keterampilan dan kemampuan beradaptasi.

Hal tersebut turut disoroti aktris sekaligus pengusaha Cinta Laura Kiehl saat menjadi salah satu pembicara dalam peluncuran riset DBS Foundation di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.

Cinta yang dikenal sebagai Artist, Entrepreneur and Founder of Cinta Laura Foundation menilai pendidikan dan kemauan untuk terus mengembangkan diri merupakan bagian penting dalam mempersiapkan masa depan.

“Kemandirian di masa depan dibangun dari keinginan untuk terus belajar,” ujar Cinta Laura.

Melalui Cinta Laura Foundation, Cinta juga terlibat dalam berbagai upaya di bidang pendidikan. Program yayasan tersebut antara lain memberikan dukungan kepada mahasiswa agar dapat menyelesaikan pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan leadership, communication, financial literacy, problem solving, hingga career readiness.

Menurut riset DBS Foundation, akses masyarakat terhadap layanan keuangan sebenarnya sudah relatif tinggi. Pada kelompok usia 18–50 tahun, tingkat inklusi keuangan tercatat berada pada kisaran 93,5 hingga 95,1 persen.

Namun, angka kepemilikan tabungan atau dana pensiun masih jauh lebih rendah, yakni sekitar 5,37 persen. Sementara itu, pemahaman mengenai pentingnya menyiapkan dana pensiun tercatat 27,79 persen.

Persoalan lainnya terlihat dari kondisi lansia yang masih harus bekerja. Sebanyak 55,32 persen lansia tercatat masih bekerja, dengan 84,75 persen di antaranya berada di sektor informal.

Data tersebut memperlihatkan pentingnya membangun ketahanan ekonomi sejak usia produktif agar masyarakat memiliki persiapan yang lebih baik ketika memasuki usia lanjut.

DBS Foundation mendorong pendekatan persiapan masa tua yang dilakukan sepanjang siklus kehidupan. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai memiliki peran dalam memperkuat akses pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, literasi keuangan, perlindungan sosial serta kesiapan pensiun.

DBS Foundation juga menyatakan komitmennya mendukung kelompok masyarakat rentan melalui berbagai program yang mencakup pendidikan, kesehatan, keterampilan kerja, literasi serta inklusi keuangan.

Bagi generasi produktif, investasi sejak dini pada pendidikan, kesehatan, keterampilan dan pengelolaan keuangan menjadi salah satu langkah untuk memperluas pilihan hidup sekaligus mengurangi potensi ketergantungan ekonomi pada generasi berikutnya.

Perubahan struktur demografi Indonesia membuat persiapan menghadapi masa tua tidak lagi sekadar persoalan individu. Kesiapan tersebut juga berkaitan dengan upaya membangun masyarakat yang sehat, produktif, mandiri dan memiliki ketahanan ekonomi lintas generasi.***(YNI)

Related posts

Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka OTT KPK, Tiga Orang Ditahan dalam Kasus Dugaan Suap Proyek

egi murad

Tanpa Sponsor, Penerbit Padasan Tempuh Gerakan “Jual Buku untuk Cetak Buku” Demi Terbitkan Karya Monumental Mona Lohanda

egi murad

Komisi III DPR Bentuk Tim Pengawas, Habiburokhman Minta Pengusutan Kasus Korupsi Tetap Berjalan Pasca Mundurnya Febrie Adriansyah

egi murad

Leave a Comment

Bahasa lain»