Seni Budaya

Betawi Institute Hidupkan Kembali Karya Sastrawan Arab-Betawi Sahabat Chairil Anwar

JAKARTA, BATAVIANews.co.id– Betawi Institute menggagas penerbitan kembali karya sastrawan Angkatan 45, M. Balfas (1921–1975), yang dikenal sebagai sahabat penyair Chairil Anwar. Gagasan tersebut diwujudkan melalui penerbitan dua karya sastra legendaris Balfas dalam satu buku oleh Penerbit Padasan.

Inisiatif ini bermula ketika Chairil Gibran Ramadhan (CGR), pendiri Betawi Institute, menemukan dua karya M. Balfas di rak buku Poestaka Betawi, yakni Anak-Anak Kampung Djambu terbitan Pembangunan Jakarta tahun 1956 dan Suling Emas terbitan Djambatan tahun 1957.

Kedua karya tersebut direncanakan hadir dalam satu edisi yang juga menampilkan ilustrasi dari buku-buku aslinya. Langkah ini dilakukan untuk menjaga jejak sejarah penerbitan sekaligus memberikan penghormatan kepada para ilustrator dan pihak yang terlibat dalam edisi terdahulu.

“Sebagai bentuk penghormatan terhadap ilustrator dan tidak melupakan nama mereka, seluruh nama yang terlibat pada buku edisi lama disebutkan pada satu halaman khusus di depan,” ujar CGR, Selasa (27/10/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-15 Penerbit Padasan.

M. Balfas, Sastrawan Angkatan 45

M. Balfas merupakan sastrawan berdarah Arab-Betawi yang berasal dari Kampung Cawang, Jakarta Timur. Namanya tercatat dalam perjalanan sastra Indonesia sebagai bagian dari Angkatan 45.

Selain bersahabat dengan Chairil Anwar, Balfas turut menerbitkan majalah sastra Kisah pada 1953 bersama H.B. Jassin dan Sujati S.A. Cerpen-cerpennya juga pernah tersebar di berbagai media, di antaranya Star Weekly, Lenita, Zenith, Orientatie, Gema Suasana, dan Kisah.

Penerbitan kembali karya-karya tersebut diharapkan menjadi upaya merawat warisan sastra sekaligus memperkenalkan kembali sosok M. Balfas kepada generasi pembaca masa kini.

Gerakan Literasi Menyambut Lima Abad Jakarta

Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut peringatan Lima Abad Jakarta pada 2027. Inisiatif tersebut sekaligus membawa semangat gerakan “Bela Betawi Lewat Literasi” yang dicanangkan pada Oktober 2026.

Betawi Institute juga merencanakan penerbitan 10 buku bertema Betawi, Batavia, dan Jakarta pada tahun depan. Meski buku-buku itu nantinya memuat logo Lima Abad Jakarta, penerbitannya tidak menggunakan dukungan dana dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Seluruh buku direncanakan terbit secara mandiri dengan jumlah cetakan terbatas, yakni 50 eksemplar untuk setiap judul. Langkah ini menjadi pilihan di tengah upaya mempertahankan penerbitan buku bertema sejarah dan kebudayaan.

CGR mengungkapkan, selama 15 tahun memperjuangkan penerbitan buku mengenai Betawi, Cina Betawi, serta masyarakat Tionghoa di Batavia dan Nusantara, ia merasa dukungan terhadap pengembangan literasi masih belum memadai.

Ia menilai, upaya mencari sponsor untuk penerbitan buku sering kali tidak membuahkan hasil. Menurutnya, perhatian terhadap kegiatan pesta dan acara seremonial belum selalu diikuti dukungan yang sepadan bagi pengembangan literasi dan pelestarian sejarah.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan keterlibatan tokoh atau lembaga swasta sebagai sponsor pencetakan buku, CGR menyatakan tidak lagi terlalu berharap pada dukungan tersebut.

Melalui penerbitan mandiri, Betawi Institute berupaya menjaga agar karya sastra dan sejarah yang memiliki nilai penting bagi identitas Jakarta tetap dapat diterbitkan, meskipun dalam jumlah terbatas.

Upaya menghidupkan kembali karya M. Balfas pun menjadi salah satu langkah untuk memastikan warisan sastra Arab-Betawi tidak berhenti sebagai catatan masa lalu, tetapi tetap hadir dan dikenal oleh generasi mendatang.Tim Redaksi Batavia News***

Related posts

Poestaka Betawi Kembali Hadir, Upaya Menyelamatkan Literasi Betawi

egi murad

Misbach Yusa Biran dan Keajaiban Pasar Senen, Jejak Jakarta yang Kembali Dihidupkan

egi murad

Peluncuran Buku “Djali-Djali Bintang Kedjora” Angkat Sejarah dan Budaya Betawi

egi murad

Leave a Comment

Bahasa lain»