PANDEGLANG, BATAVIA NEWS – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil merapat dan melakukan pencarian di Pulau Sertung, salah satu wilayah yang sebelumnya sulit ditembus dalam operasi pencarian lima jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Kendati tim berhasil mencapai Pulau Sertung, pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut belum membuahkan hasil. Tidak ditemukan tanda-tanda maupun petunjuk yang mengarah pada keberadaan rombongan yang hilang kontak sejak Senin (7/9/2026).
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menjelaskan, Pulau Sertung menjadi lokasi yang berisiko karena berada dalam radius sekitar 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kawasan tersebut masih termasuk wilayah rawan.
“Untuk Pulau Sertung, itu memasuki radius 3 kilometer. Sebagaimana kita ketahui bersama, data dari PVMBG menyatakan wilayah tersebut masih daerah rawan,” ujar Amrad, dikutip dari Antara, Jumat (11/9/2026).
Meski memiliki risiko tinggi, Tim SAR tetap berupaya mendekati wilayah tersebut dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta data dari BMKG dan BNPB.
Dalam pencarian, tim menggunakan perlengkapan keselamatan dan alat pelindung diri (APD) lengkap sebelum melakukan pengecekan di daratan Pulau Sertung.
Tiga Pulau Disisir
Selain Pulau Sertung, tim SAR juga menyisir Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Pencarian dilakukan menggunakan RIB 02 Banten dan RIB 02 Lampung dengan dukungan KN SAR Tetuka.
Amrad mengatakan kondisi cuaca dan aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Jumat cukup mendukung sehingga personel dapat merapat ke tiga pulau tersebut dan melakukan pencarian dari daratan.
“Alhamdulillah, hari ini cuaca sangat mendukung, Gunung Anak Krakatau juga sangat mendukung, sehingga teman-teman bisa merapat di ketiga pulau tersebut dan bisa naik ke daratan untuk melakukan pencarian,” katanya.
Namun, setelah seluruh upaya dilakukan, hasil pencarian masih nihil.
“Hasilnya nihil,” tegas Amrad.
Drone Terkendala Kabut Asap
Tim SAR sebelumnya juga memperluas pencarian hingga kawasan Pulau Sangiang dengan menggunakan drone dari KN SAR Tetuka.
Penggunaan drone diharapkan dapat membantu memantau wilayah yang sulit dijangkau personel. Namun, upaya tersebut belum maksimal karena kawasan pencarian tertutup kabut asap yang cukup tebal.
“Informasi dari rekan-rekan di lapangan yang menggunakan drone melalui KN SAR Tetuka mencoba hal tersebut, tetapi hasilnya belum maksimal karena kabut asap sangat tebal,” ujar Amrad.
Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal Hilang Kontak
Lima jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian yakni Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, serta Daus dari Anadolu.
Mereka berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Rombongan tersebut juga didampingi tiga kru kapal, yakni kapten kapal Warta (55), ABK Sukarman (60), dan pemandu kapal Heriyanto (49).
Komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat sekitar pukul 14.42 WIB. Sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi kemudian terputus dan hingga kini keberadaan delapan orang tersebut belum diketahui.
Operasi SAR Memasuki Hari Kelima
Tim SAR gabungan akan melakukan evaluasi terhadap seluruh hasil operasi pencarian yang telah dilakukan. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan perluasan sektor pencarian dan pembagian wilayah pada Sabtu (12/9/2026), yang menjadi hari kelima operasi.
“Dari hasil evaluasi semua alut-alut yang telah melaksanakan operasi SAR pada hari ini, kita akan evaluasi kembali, termasuk dengan memperluas area pencarian seperti apa. Itu termasuk dengan pembagian sektor,” kata Amrad.
Pencarian akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan seluruh personel di tengah kondisi Gunung Anak Krakatau dan perairan Selat Sunda yang masih menjadi wilayah berisiko.***
