Megapolitan

Persimpangan Stasiun Cawang Semrawut, Pemkot Jaksel Siapkan Penataan Terpadu

JAKARTA, BATAVIA NEWS — Kondisi persimpangan menuju Stasiun Cawang di Jalan Tebet Timur Dalam XI, Jakarta Selatan, menjadi perhatian Pemerintah Kota Jakarta Selatan. Kawasan yang dipadati pedagang kaki lima (PKL), ojek online (ojol), hingga kendaraan yang berhenti sembarangan dinilai membutuhkan penataan agar arus lalu lintas kembali tertib.

Pemerintah melalui Kecamatan Tebet akan membahas rencana penataan kawasan tersebut dalam rapat lintas instansi pada Senin (14/9/2026).

Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Nanto Dwi Subekti mengatakan pembahasan akan melibatkan sejumlah pihak, termasuk Kecamatan Tebet dan pihak Stasiun Cawang.

“Senin baru akan dirapatkan, bersama Kecamatan Tebet dan Kepala Stasiun Cawang,” ujar Nanto melalui pesan singkat, Jumat (11/9/2026).

Nanto belum merinci bentuk penataan yang nantinya diterapkan. Namun, pembahasan akan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.

Rapat tersebut rencananya dihadiri Suku Dinas Perhubungan, Suku Dinas Bina Marga, Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), serta Satpol PP.

Sebagai langkah awal, pemerintah telah melakukan pendataan terhadap pedagang, ojek pangkalan, maupun pengemudi ojol yang beraktivitas di sekitar persimpangan Stasiun Cawang.

“Sudah persiapan dan pendataan rencana penataan Stasiun Cawang secara terpadu,” kata Nanto.

Untuk sementara, petugas melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha dan pengemudi agar tidak menggunakan badan jalan secara berlebihan, mengingat Jalan Tebet Timur Dalam XI memiliki lebar yang terbatas.

Di sisi lain, aktivitas ekonomi warga di kawasan tersebut tetap berlangsung. Salah seorang pedagang, Indra (27), mengatakan kondisi lalu lintas relatif lancar di luar jam sibuk meskipun pedagang tetap berjualan.

Menurutnya, kepadatan justru kerap muncul ketika kendaraan roda dua berhenti atau parkir di badan jalan. Kondisi tersebut membuat ruang kendaraan yang melintas semakin sempit.

“Kalau menurut saya, yang dagang tidak terlalu mengambil jalan. Motor kadang kalau sudah ada sebaris parkir, dia berhenti di tengah-tengah. Nah, masalahnya di situ,” ujar Indra saat ditemui di lokasi, Jumat (11/9/2026).

Indra berharap penataan nantinya tidak hanya menyasar pedagang maupun ojol. Menurut dia, seluruh pengguna jalan perlu memiliki kesadaran untuk menjaga ketertiban sehingga aktivitas mencari nafkah tetap bisa berjalan tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Sementara itu, pengemudi ojol, Ridwan (54), menilai area tikungan menuju Tebet Timur harus mendapat perhatian khusus. Menurutnya, ruang tersebut semestinya tidak dipenuhi kendaraan yang berhenti maupun aktivitas lain yang menghambat lalu lintas.

Ia mengusulkan agar aktivitas pedagang diatur melalui sistem giliran sehingga tidak seluruhnya menempati lokasi pada waktu yang sama.

“Kalau dibilang penertiban, yang enggak tertib itu di persimpangan itu. Pedagangnya dikurangin, dikasih sif,” kata Ridwan.

Ridwan juga menilai penertiban semata tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan. Menurut dia, diperlukan pengaturan yang konsisten agar kondisi kawasan tidak kembali semrawut setelah petugas meninggalkan lokasi.

“Pemerintah kan namanya penertiban. Berarti ditertibkan, bukan dibubarkan. Itu pas ada yang lapor saja kan,” ujarnya.

Sebelumnya, kondisi di depan pintu bawah Stasiun Cawang menjadi sorotan setelah kepadatan terjadi pada jam pulang kerja. Aktivitas ojol dan PKL yang menggunakan sebagian ruang jalan membuat kendaraan harus bergerak lebih lambat.

Penertiban juga sempat dilakukan petugas Dinas Perhubungan pada Rabu (9/9/2026). Namun, kondisi di lapangan kembali menghadapi persoalan ketika aktivitas pedagang, ojol, dan kendaraan yang berhenti berlangsung bersamaan.

Rencana rapat lintas instansi pada Senin mendatang diharapkan menjadi langkah awal untuk mencari solusi yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu mengatur aktivitas ekonomi sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar Stasiun Cawang.***

Related posts

LRT Kelapa Gading-Manggarai Diprediksi Ubah Pola Perjalanan Warga Jakarta

egi murad

Ojol dan Mahasiswa Jadi Tamu Kehormatan di Upacara Hari Juang Polri Polres Bekasi Kota

egi murad

Mobil Tabrak Pagar Pembatas di Pasar Senen, Arus Lalu Lintas Sempat Melambat

egi murad

Leave a Comment

Bahasa lain»