JAKARTA, BATAVIA NEWS – Keluarga salah satu jurnalis yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau meminta tim pencarian dan pertolongan memperluas penyisiran hingga ke Pulau Sertung.
Desi Purnama, istri jurnalis ANTARA M Bagus Khoirunnas, menyampaikan permintaan tersebut saat berada di Pos SAR Nasional di Pantai Marina Carita, Pandeglang, Banten, Rabu (9/9/2026).
Kepada Gubernur Banten Andra Soni, Desi mengungkapkan adanya kemungkinan rombongan jurnalis yang hilang kontak sempat menuju atau turun di Pulau Sertung.
Menurut Desi, informasi itu berkaitan dengan foto yang dikirim Heriyanto, pemandu yang berada di dalam speedboat bersama rombongan. Foto tersebut dikirim melalui grup aplikasi pesan pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 18.13 WIB.
Dalam foto itu terlihat Gunung Anak Krakatau dengan kepulan asap putih. Desi menduga gambar tersebut diambil dari sekitar Pulau Sertung.
Desi juga menyebut suaminya sempat membicarakan kemungkinan turun di Pulau Sertung bersama rekannya.
“Sem o at ngomong juga, ‘Bisa nggak turun di Sertung?’,” ujar Desi kepada Andra Soni.
Namun, menurut Desi, terdapat pertimbangan mengenai kondisi di lokasi. Salah satu rekannya disebut menyarankan agar rombongan tidak turun apabila situasi tidak memungkinkan.
“Nah, Bang Yandi ini ngasih rekomendasi, ‘Kalau memang nggak memungkinkan, nggak usah turun.’ Tapi kan kita nggak tahu, Pak, mereka di sana kayak gimana. Mereka turun atau nggak, kita nggak tahu,” katanya.
Pulau Sertung berada bersama Pulau Rakata dan kawasan Krakatau dalam radius sekitar 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau. Wilayah tersebut termasuk area yang perlu dihindari karena aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga.
Atas kondisi tersebut, Desi berharap Tim SAR dapat mengecek Pulau Sertung apabila kondisi memungkinkan.
“Tapi informasinya kan nggak bisa, Pak, turun di Sertung. Itu gimana, Pak? Nggak memungkinkan katanya,” kata Desi.
Gubernur Banten Andra Soni kemudian berkomunikasi dengan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, untuk menindaklanjuti informasi tersebut.
“Iya, informasi ini kan ditindaklanjuti ya, Pak, ya?” ujar Andra kepada Al Amrad.
Al Amrad menjelaskan bahwa personel SAR sebelumnya telah mencapai bagian luar Pulau Rakata. Namun, kondisi menjelang malam, angin, serta asap tebal menjadi pertimbangan dalam operasi pencarian.
“Sampai ke situ (Rakata), Pak. Sampai ke situ, hanya karena pas kondisi itu sudah mau malam, terus anggota saya balik. Balik karena memang kondisi angin kan masih, asap tebal,” jelasnya.
Delapan Orang Hilang Kontak
Sebanyak delapan orang dilaporkan hilang kontak setelah berlayar menggunakan speedboat menuju kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).
Lima di antaranya merupakan jurnalis yang melakukan peliputan, yakni M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Mereka berangkat dari kawasan Carita, Pandeglang, bersama Warta selaku kapten speedboat, Sukarman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.
Hingga kini, upaya pencarian dan penyisiran terus dilakukan untuk mengetahui keberadaan seluruh rombongan.***
