JATISAMPURNA, BATAVIA NEWS — Keluarga besar Ki Sarnan kembali menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kediamannya, RT 03/06, Swadaya 3 Gang Ki Sarnan, Kelurahan Jati Ranggon, Kecamatan Jatisampurna.
Bagi keluarga besar Ki Sarnan, Maulid bukan sekadar kegiatan keagamaan tahunan. Peringatan tersebut telah menjadi tradisi keluarga yang dilaksanakan secara turun-temurun sekaligus menjadi momentum untuk mempertemukan anggota keluarga dan mempererat tali silaturahmi.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya H. Asnawi, Ustad Ahmad, Pak Malam dan Pak Nisan.
Anak Ki Sarnan, Mualam, mengatakan tradisi Maulid di keluarganya telah berlangsung jauh sebelum dirinya lahir. Tradisi tersebut diteruskan dari generasi sebelumnya dan hingga kini tetap dilaksanakan setiap tahun.
“Kalau kita ini keluarga, karena memang orang tua sudah enggak ada, tradisi ini mungkin sebelum saya lahir sudah ada. Setiap tahun diadakan kegiatan Maulid, memang sudah turun-temurun dari keluarga orang tua,” ujar Mualam.
Menurutnya, rangkaian Maulid yang dilaksanakan keluarga besar Ki Sarnan pada dasarnya tidak berbeda dengan peringatan Maulid pada umumnya. Namun, terdapat kebersamaan keluarga yang menjadi bagian penting setelah rangkaian acara keagamaan selesai.
“Enggak ada bedanya untuk Maulid pada umumnya. Cuma kita ini setelah acara Maulid dikasih makan-makan,” katanya.
Suasana makan bersama tersebut menjadi salah satu bagian yang memperkuat keakraban keluarga. Anggota keluarga dapat berkumpul, berbincang dan menjaga hubungan kekerabatan dalam suasana penuh kebersamaan.
Pesan untuk Generasi Muda
Mualam berharap tradisi Maulid yang telah diwariskan keluarga tidak berhenti pada generasi sekarang. Ia meminta generasi muda sebagai penerus keluarga ikut menjaga dan melanjutkan tradisi tersebut.
“Harapan saya untuk anak-anak muda, tradisi ini untuk tidak dihilangkan. Ini adalah sebagian dari budaya juga,” ungkapnya.
Ia menilai peringatan Maulid Nabi memiliki nilai penting untuk terus dipertahankan, terutama sebagai bagian dari tradisi keluarga dan masyarakat yang telah diwariskan oleh generasi terdahulu.
“Apalagi acara peringatan Maulid Nabi kita, pada umumnya itu jangan dihilangkan. Karena apa pun ini bentuknya, ini budaya, tradisi dari keluarga Ki Sarnan,” tutur Mualam.
Peringatan Maulid di kediaman Ki Sarnan pun menjadi gambaran bagaimana tradisi keluarga tetap dipertahankan di tengah perubahan zaman. Selain menjadi momentum untuk mengenang dan meneladani Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antaranggota keluarga.
Bagi keluarga besar Ki Sarnan, mempertahankan Maulid berarti menjaga kesinambungan tradisi yang telah dilakukan orang tua dan para pendahulu. Harapannya, generasi berikutnya tidak hanya mengenal tradisi tersebut, tetapi juga ikut merawat dan meneruskannya.***
