Sukabumi, Batavia News – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 15.11 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di laut sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi.
BMKG menyampaikan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dasar laut. Dari hasil analisis mekanisme sumber, gempa memiliki karakter pergerakan kombinasi geser dan naik (oblique thrust fault).
Meskipun episenter berada di wilayah perairan, hasil pemodelan BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami sehingga masyarakat diminta tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga beberapa jam setelah gempa terjadi, BMKG juga belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Kondisi kegempaan di wilayah tersebut dilaporkan mulai stabil.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi langsung melakukan pemantauan di sejumlah wilayah untuk memastikan ada atau tidaknya dampak kerusakan akibat guncangan tersebut.
Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan hingga pukul 16.10 WIB belum ada laporan mengenai korban maupun kerusakan bangunan.
“Berdasarkan hasil pantauan WhatsApp Grup P2BK se-Kabupaten Sukabumi sampai dengan pukul 16.10 WIB, belum ada laporan terdampak dari gempa tersebut dan kondisi masih aman terkendali,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Pihak BPBD memastikan akan terus melakukan pemantauan di lapangan dan memberikan pembaruan kepada masyarakat apabila ditemukan dampak kerusakan akibat gempa tersebut.***
