JAKARTA, Batavia News – PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX Express) mencatat pertumbuhan laba usaha sepanjang 2025 meski kondisi ekonomi nasional masih menghadapi tekanan akibat melemahnya daya beli masyarakat.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, SAPX Express membukukan pendapatan sebesar Rp523,13 miliar dengan total aset meningkat 6,39 persen menjadi Rp410,53 miliar. Laba usaha perusahaan juga naik 29,72 persen menjadi Rp10,11 miliar dibandingkan Rp7,80 miliar pada tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut ditopang oleh permintaan dari segmen business-to-business (B2B), khususnya sektor perbankan, FMCG, dan berbagai pelaku usaha yang membutuhkan layanan distribusi dan logistik. Sementara itu, sektor e-commerce dan marketplace masih menjadi kontributor utama pengiriman meski pertumbuhannya melambat.
Selain mencatat kinerja positif, SAPX Express juga meraih sejumlah penghargaan sepanjang 2025, termasuk Best Courier Partner 2025 dan The Best Logistic Partner 2025.
Di sisi lain, industri logistik nasional tengah menghadapi potensi kenaikan biaya baru pada layanan kargo udara. DPP ASPERINDO menyatakan keberatan atas rencana penerapan biaya JASPER/JASTER sebesar Rp700 per kilogram serta Cargo Handling Charge (SGHA) sebesar Rp340 per kilogram.
Ketua Umum ASPERINDO, Budiyanto Darmastono, menilai kebijakan tersebut berpotensi menambah beban biaya logistik yang pada akhirnya akan berdampak pada pelaku usaha dan masyarakat.
ASPERINDO pun meminta pemerintah menunda pemberlakuan tarif baru dan melakukan pembahasan bersama seluruh pemangku kepentingan. Menurut asosiasi tersebut, efisiensi biaya logistik menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung.***Yani
