Pendidikan

Program AKSI INKLUSI Bekali Siswa Disabilitas Hadapi Dunia Kerja Lewat Simulasi Profesi

Bekasi, Batavia News – Upaya mendorong terciptanya kesempatan kerja yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya melalui program AKSI INKLUSI yang digagas mahasiswa LSPR Institute of Communication & Business sebagai wadah pengembangan keterampilan dan simulasi kerja bagi siswa serta alumni Sekolah Luar Biasa (SLB).

Kegiatan bertema “Potensi Inklusi, Raih Profesi” ini berlangsung di kawasan Nassa Valley, Jatimurni, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jumat (19/6/2026). Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Community Development mahasiswa LSPR yang berfokus pada pemberdayaan dan peningkatan kesiapan kerja penyandang disabilitas.

AKSI INKLUSI terlaksana melalui kolaborasi dengan Nassa School yang menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB), Happy Bear Center sebagai lembaga pendamping anak berkebutuhan khusus, serta dukungan Student Council Nassa School.

Sebanyak 30 siswa dan alumni SLB Al-Gaffar Guchany kategori tunarungu dan tunagrahita mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung dalam mengenal lingkungan kerja profesional. Para peserta dibekali keterampilan praktis melalui berbagai simulasi profesi yang menyesuaikan kebutuhan dunia industri saat ini.

Ketua Pelaksana AKSI INKLUSI, Ribka Desclara Bintoro, mengatakan program tersebut hadir untuk memberikan harapan sekaligus membuka perspektif baru bagi keluarga penyandang disabilitas mengenai masa depan anak-anak mereka.

“Melalui program ini kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkembang. Setiap anak memiliki potensi yang dapat diasah dan dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dosen Pembimbing Community Development LSPR, Rizka Septiana, M.Si., menilai penyandang disabilitas memiliki peluang besar untuk bersaing di dunia kerja apabila mendapatkan pendampingan dan pelatihan yang tepat.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi sarana untuk memperlihatkan kepada dunia usaha bahwa penyandang disabilitas mampu menunjukkan kompetensi kerja yang tidak kalah dengan pekerja lainnya.

Sebelum pelaksanaan acara utama, peserta telah mengikuti kegiatan pra-acara berupa pelatihan dasar personal grooming yang difasilitasi LSPR School of Special Needs Education (SSNE). Pelatihan tersebut bertujuan memperkenalkan etika dan kesiapan diri saat berada di lingkungan profesional.

Pada sesi utama, peserta mengikuti simulasi profesi di dua sektor industri. Di bidang perhotelan dan layanan makanan, peserta mendapatkan pengalaman mengenal pekerjaan Food & Beverage (F&B) bersama ARTOTEL, termasuk praktik membuat sandwich. Sementara pada sektor ritel bersama IKEA, peserta belajar melakukan pengelompokan barang berdasarkan kategori tertentu hingga memahami proses pengemasan produk.

Konsep pembelajaran yang diterapkan tidak hanya berupa penyampaian teori, tetapi juga praktik langsung yang menyerupai situasi kerja sehari-hari sehingga peserta dapat merasakan pengalaman kerja secara lebih nyata.

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta menerima sertifikat partisipasi dan dokumentasi profesional yang dapat digunakan sebagai bagian dari portofolio mereka.

Tak hanya menyasar siswa, kegiatan ini juga menghadirkan talkshow bertajuk “Kenali dan Dukung Potensi Disabilitas” bagi para orang tua dan wali murid. Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang yang membahas pengembangan potensi, perlindungan hak anak, hingga dukungan psikologis bagi penyandang disabilitas.

Melalui AKSI INKLUSI, penyelenggara berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara lembaga pendidikan dan sektor industri dalam menciptakan lingkungan kerja yang ramah serta terbuka bagi penyandang disabilitas. Program ini juga diharapkan menjadi langkah nyata menuju terciptanya kesempatan kerja yang setara dan berkelanjutan di Indonesia.***Yani

Related posts

Abu Bakar Ba’asyir Hadiri Milad Seabad Gontor, Beri Pesan Penguatan Pendidikan Pesantren

egi murad

Moch Radit Wibawa, Anak Driver Gojek, Berjuang Lolos Seleksi Bintara di Polda Jawa Barat

egi murad

Budayantara Digital Network Edukasi Pelajar SMK Teladan Lewat Program Beprokids Goes to School

egi murad

Leave a Comment