Jakarta, Batavianews, – Menjelang perayaan Idul Adha dan Waisak, kesiapan pasokan listrik menjadi perhatian utama PLN UP2B Jakarta – Bali. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan demi memastikan sistem kelistrikan tetap aman, stabil, dan andal selama masa siaga hari besar keagamaan. Meski tanpa penambahan personel, PLN mengaku telah melakukan pengaturan kerja yang lebih efektif dengan menyiapkan petugas siaga 24 jam untuk merespons cepat jika terjadi gangguan di lapangan.
Untuk masa siaga Idul Adha dan Waisak, PLN menyiapkan SOP khusus pengamanan kelistrikan di titik-titik prioritas seperti masjid, pusat ibadah, dan lokasi keramaian masyarakat. Sistem pembangkit dan distribusi listrik juga dipetakan secara detail agar seluruh jalur pasokan menuju lokasi vital tetap aman selama kegiatan berlangsung.
Dari sisi beban listrik, PLN memprediksi konsumsi listrik saat libur panjang memang cenderung turun dibanding hari kerja biasa karena aktivitas industri berkurang. Namun jika dibandingkan tahun lalu, tren kebutuhan listrik tetap mengalami kenaikan.
PLN juga mulai mengadopsi teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pengendalian kelistrikan. Teknologi ini digunakan untuk memprediksi beban listrik secara real time dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, termasuk potensi hujan, mendung, hingga dampak El Nino. Prediksi tersebut dinilai penting, terutama karena pemanfaatan energi baru terbarukan seperti tenaga surya dan angin semakin meningkat.
Transformasi teknologi juga dilakukan melalui pengembangan control center modern yang nantinya akan dipusatkan dari enam menjadi dua pusat kendali utama. Langkah ini disebut sebagai bagian dari adaptasi PLN terhadap perkembangan zaman dan digitalisasi sistem operasi kelistrikan nasional.
Tak hanya dari sisi teknologi, PLN juga mengintensifkan komunikasi publik melalui media sosial seperti Instagram, YouTube, dan platform digital lainnya. Jika dulu PLN hanya fokus pada pelayanan listrik, kini perusahaan juga aktif membangun keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Selain persiapan menghadapi Idul Adha, PLN UP2B Jakarta – Bali juga menghadapi tantangan antara lain cuaca ekstrem dan ancaman El Nino, tantangan lain yang dihadapi PLN adalah kondisi geopolitik global yang berdampak pada pasokan batu bara. Kenaikan permintaan luar negeri serta fluktuasi harga membuat distribusi energi primer menjadi tantangan tersendiri. Meski begitu, PLN memastikan pasokan listrik masyarakat tetap aman berkat koordinasi intensif dengan berbagai pihak, mulai dari produsen hingga distribusi logistik batu bara.
“Kalau diprediksi sore nanti hujan, maka produksi dari PLTS akan berkurang. Sistem langsung menghitung kebutuhan tambahan dari pembangkit lain seperti PLTU batu bara agar pasokan tetap aman,” ujar pihak UP2B Jakbal
Secara umum penyediaan tenaga listrik masih aman dan andal. Kami terus melakukan mitigasi agar masyarakat tetap nyaman selama perayaan hari besar.
