Kriminal

Hotman Paris Soroti Kasus Dugaan Pemerkosaan Calon Polwan di Jambi, Sanksi Ringan Picu Kritik

Batavia News Jakarta – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea angkat bicara terkait kasus dugaan pemerkosaan terhadap calon polisi wanita (Polwan) di Jambi yang menyeret oknum aparat kepolisian.

Hotman menyoroti penanganan kasus tersebut, khususnya terhadap tiga anggota yang diduga mengetahui atau berada di lokasi kejadian namun hanya dijatuhi sanksi etik berupa permintaan maaf dan penempatan khusus selama 21 hari.

Menurutnya, dalam perspektif hukum pidana, pihak yang mengetahui adanya tindak kejahatan dan tidak melakukan pencegahan bisa dikategorikan turut serta atau membantu, sehingga seharusnya tidak cukup hanya dikenakan sanksi internal.

“Dalam hukum pidana, pembiaran terhadap kejahatan, apalagi oleh aparat yang memiliki kewenangan, bukanlah pelanggaran ringan,” tegas Hotman dalam pernyataannya.

Ia juga mendorong agar penanganan kasus ini mendapat perhatian langsung dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di tingkat pusat guna menjamin rasa keadilan publik tetap terjaga.

Selain itu, Hotman menekankan pentingnya perlindungan terhadap korban yang masih berusia 18 tahun, terutama dari sisi psikologis. Ia menilai trauma yang dialami korban akan sangat berat, terlebih pelaku diduga berasal dari institusi yang seharusnya menjadi tempat perlindungan.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan luas mengenai profesionalitas serta penegakan hukum di internal kepolisian.

Related posts

KPK Duga Aset Japto Soerjosoemarno Berasal dari Gratifikasi Kasus Korupsi Batu Bara Kutai Kartanegara

egi murad

Duel Maut Dipicu Ejekan di Media Sosial, Remaja 14 Tahun Ditangkap Polisi

egi murad

Bawa Rp30 Juta dari Bank, Pegawai Koperasi Dibacok di Depan Kantor, 6 Perampok Ditangkap

egi murad
Bahasa lain»