Seni Budaya

Lebaran di Jakarta, Kumpulan Cerpen Sambut Lima Abad Jakarta

JAKARTA, BATAVIANEWS.co.id – Menyambut peringatan Lima Abad Jakarta, Betawi Institute dan Poestaka Betawi bersama Penerbit Padasan menyiapkan sebuah buku kumpulan cerpen yang mengangkat suasana Lebaran dan kehidupan masyarakat Betawi di Jakarta.

Buku yang diberi judul “Lebaran di Jakarta” tersebut rencananya diterbitkan pada tahun depan. Karya ini menghimpun cerpen dari 12 sastrawan Indonesia yang menggambarkan kehidupan ibu kota, khususnya suasana Lebaran pada rentang era 1950-an hingga 1980-an.

Sejumlah nama besar yang karyanya akan hadir dalam buku tersebut antara lain Sapardi Djoko Damono, Umar Kayam, SM Ardan, Firman Muntaco, Misbach Yusa Biran, Aba Madjani, Ibnu Wahyudi, Yanusa Nugroho, Ahmadun Yosi Herfanda, Seno Gumira Ajidarma, Jujur Prananto, serta Chairil Gibran Ramadhan atau CGR.

Cerita-cerita yang dihimpun tidak hanya menampilkan kehidupan masyarakat Betawi, tetapi juga memperlihatkan Jakarta sebagai ruang perjumpaan berbagai etnis dan latar belakang sosial. Potret Lebaran dari masa ke masa menjadi pintu untuk melihat perubahan kehidupan ibu kota.

Menariknya, dari 12 sastrawan yang karya-karyanya dihimpun, terdapat dua penulis yang berlatar belakang Betawi, yakni Aba Madjani dan Chairil Gibran Ramadhan.

Keduanya diketahui berasal dari kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Selain sama-sama berprofesi sebagai wartawan dan sastrawan, keduanya juga merupakan alumni STP/IISIP Jakarta.

Chairil Gibran Ramadhan mengatakan penerbitan buku tersebut menjadi bagian dari gerakan awal “Bela Betawi Liwat Literasi”, sebuah gerakan intelektual yang dikembangkan secara independen.

Menurut CGR, gagasan tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada sejumlah tokoh Betawi dari berbagai bidang, mulai dari seni, budaya, politik, hingga kalangan pesohor. Gagasan serupa juga diperkenalkan kepada komunitas Betawi Academia yang beranggotakan guru besar dan dosen senior berdarah Betawi.

Namun, menurutnya, upaya tersebut belum mendapatkan respons dari pihak-pihak yang dihubungi, termasuk sejumlah tokoh dan organisasi kebetawian.

Buku “Lebaran di Jakarta” juga akan menggunakan logo Lima Abad Jakarta pada bagian sampul. Namun, pencantuman logo tersebut bukan berarti buku diterbitkan dengan dukungan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Logo Lima Abad Jakarta digunakan semata-mata sebagai penanda momentum waktu penerbitan, bertepatan dengan rangkaian peringatan lima abad perjalanan Jakarta.

Dengan demikian, penerbitan buku tersebut tetap merupakan inisiatif independen dari para penggagas dan penerbit, sekaligus menjadi upaya memperkenalkan kembali kekayaan cerita, tradisi, dan kehidupan masyarakat Jakarta melalui karya sastra.***

Related posts

Misbach Yusa Biran dan Keajaiban Pasar Senen, Jejak Jakarta yang Kembali Dihidupkan

egi murad

Poestaka Betawi Kembali Hadir, Upaya Menyelamatkan Literasi Betawi

egi murad

Batik Masuk ke Dunia Sastra, Halimah Munawir Hidupkan Budaya Lewat Novel Padmi

egi murad
Bahasa lain»