JAKARTA, BATAVIA.NEWS — Karya dan kiprah sastrawan Betawi Chairil Gibran Ramadhan (CGR) kembali mendapat perhatian. Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) H. Beky Mardani menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi CGR mengangkat kehidupan, sejarah, budaya, serta lokalitas Betawi, Batavia, dan Jakarta melalui karya sastra.
Apresiasi tersebut menjadi menarik karena perjalanan CGR di dunia sastra Betawi telah berlangsung selama lebih dari dua dekade dan menembus ruang sastra nasional hingga ke luar negeri.
Budayawan Cirebon, Ahmad Syubbanuddin Alwy (1962–2015), sebelumnya pernah memberikan catatan mengenai sosok CGR. Ia mengenal CGR dalam Temu Sastra Indonesia 2012 di Jakarta dan menilai karya-karya sastrawan asal Pondok Pinang, Jakarta Selatan, itu memiliki kekuatan dalam mengangkat lokalitas Betawi.
Salah satu karya yang mendapat perhatian adalah buku Kembang Goyang: Orang Betawi Menulis Kampungnya ~ Sketsa, Puisi & Prosa ~ 1900-2000 yang diterbitkan Padasan pada 2011.
Ahmad bahkan pernah menyatakan keheranannya karena karya CGR yang mengangkat kampung halaman melalui sastra dan telah bergema di tingkat nasional belum memperoleh perhatian yang sepadan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Perjalanan CGR sendiri mulai mencuri perhatian publik sastra setelah buku Sebelas Colen di Malam Lebaran: Setangkle Cerita Betawi terbit pada Oktober 2008 melalui penerbit Masup Jakarta milik sejarawan JJ Rizal.
Kehadiran CGR kemudian ikut menghidupkan kembali pembicaraan mengenai sastra Betawi. Karya-karyanya mendapat perhatian sejumlah media nasional dan diapresiasi oleh kalangan seperti kritikus sastra Maman S. Mahayana serta budayawan Betawi H. Ridwan Saidi.
Dalam perjalanan berikutnya, CGR juga mendapat kepercayaan dari penyair Taufiq Ismail. Setelah sejumlah cerpennya dimuat di Majalah Sastra Horison pada periode 2011–2015, CGR kemudian dipercaya menjadi redaktur sastra. Ia disebut sebagai orang Betawi pertama dan satu-satunya yang pernah menduduki posisi tersebut di majalah sastra yang berdiri sejak 1966 itu.
Mendapat Penghargaan UHAMKA
Meski perjalanan panjangnya belum berujung pada Anugerah Budaya dari Pemprov DKI Jakarta, kiprah CGR mendapat penghargaan dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA).
Pada 12 November 2025, Pusat Studi Betawi UHAMKA memberikan PSB UHAMKA Awards kepada CGR. Penghargaan tersebut menjadi penghargaan perdana yang diberikan lembaga tersebut, dan CGR tercatat sebagai satu-satunya penerima pada kesempatan itu.
Kini, perhatian kembali datang dari H. Beky Mardani.
Beky yang telah mengenal CGR sejak 2010 dan pernah berada dalam tim penyusunan buku Profil Database Orang Betawi pada 2015, pada September ini memberikan apresiasi terhadap karya-karya CGR.
Salah satu yang turut mendapat perhatian adalah Jurnal Stamboel atau Stamboel: Journal of Betawi Socio-Cultural Studies, sebuah publikasi yang digagas, dirancang, dan dipimpin oleh CGR.
Beky Mardani sendiri telah menjabat sebagai Ketua Umum LKB sejak 2018. Ia juga dipercaya memimpin PMI DKI Jakarta sejak 2022.
Apresiasi tersebut sekaligus memunculkan kembali pertanyaan mengenai kemungkinan CGR masuk dalam bursa penerima Anugerah Budaya Pemprov DKI Jakarta.
Terlebih, LKB selama ini memiliki peran penting dalam proses pengusulan nominator dan penyelenggaraan ajang penghargaan budaya tersebut.
Jika peluang itu benar-benar terbuka, langkah Beky Mardani memberikan apresiasi terhadap karya CGR dapat menjadi babak baru bagi perjalanan panjang sastrawan Betawi tersebut.
Sebelumnya, Ahmad Syubbanuddin Alwy juga pernah mempertanyakan mengapa karya-karya CGR yang mengangkat Betawi, Batavia, dan Jakarta hingga dikenal di tingkat nasional belum mendapatkan perhatian dari Pemprov DKI Jakarta.
Sementara itu, mantan Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana pada 2024 pernah menyebut posisi CGR dalam perkembangan sastra Betawi dengan ungkapan bahasa Sunda, “Pang hiji-hijina”, yang berarti hanya satu-satunya.
Kini, publik tinggal menunggu apakah apresiasi terhadap karya CGR akan berlanjut pada pengakuan resmi melalui Anugerah Budaya Pemprov DKI Jakarta.***
