Nasional

Fauka Noor Farid Tegaskan Pernyataan Prabowo Bukan Ditujukan Menghina Wartawan dan LSM

Jakarta, Batavia News– Utusan Khusus Presiden RI sekaligus Komandan Tim Khusus 08, Fauka Noor Farid, meluruskan polemik yang muncul setelah pidato Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia menegaskan ucapan Presiden tidak dimaksudkan untuk merendahkan profesi wartawan maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Menurut Fauka, pernyataan Presiden yang menyinggung istilah “Londo Ireng” yang kini berkamuflase sebagai wartawan dan LSM harus dipahami dalam konteks dunia intelijen. Ia menyebut penyamaran sebagai jurnalis atau aktivis merupakan salah satu metode yang kerap digunakan agen intelijen asing untuk memperoleh informasi.

“Intelijen asing itu kalau mau mencari informasi di suatu negara, penyamaran yang paling mudah dengan menjadi jurnalis dan LSM,” ujar Fauka kepada wartawan di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (24/7).

Fauka menjelaskan profesi wartawan memiliki akses yang luas ke berbagai kalangan, mulai dari lingkungan pemerintahan hingga masyarakat. Kondisi tersebut, kata dia, membuat profesi jurnalis kerap dijadikan kedok oleh oknum tertentu dalam menjalankan operasi intelijen.

Selain itu, ia juga menilai penyamaran melalui LSM dapat dimanfaatkan untuk membangun opini maupun melancarkan kritik terhadap pemerintah dengan dukungan pendanaan dari pihak tertentu.

Meski demikian, Fauka menegaskan pernyataan Presiden sama sekali tidak ditujukan kepada insan pers yang menjalankan tugas jurnalistik secara profesional maupun LSM yang bekerja sesuai ketentuan hukum.

Mantan personel BAIS TNI itu mengatakan dunia intelijen mengenal beragam bentuk penyamaran dan profesi wartawan maupun LSM hanyalah sebagian dari metode yang pernah digunakan dalam praktik intelijen.

Ia juga memastikan Presiden Prabowo tetap menghormati kebebasan pers serta peran organisasi masyarakat sipil dalam pembangunan nasional.

“Presiden Prabowo sangat menghormati kerja wartawan dan peran LSM dalam membangun bangsa. Jadi tidak ada satu pun tendensi sedikit pun ke arah merendahkan,” tegasnya.

Sebelumnya, pidato Presiden Prabowo pada peringatan Harlah PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/7), memicu beragam respons publik. Dalam pidatonya, Presiden menggunakan istilah “Londo Ireng” saat menyinggung pihak-pihak yang dinilai membantu kepentingan asing melalui berbagai saluran, termasuk yang mengatasnamakan wartawan, pengamat, maupun LSM.

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan perdebatan di ruang publik terkait makna dan konteks yang disampaikan Presiden. Fauka menilai penafsiran pidato tersebut perlu dilihat secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai penghormatan pemerintah terhadap profesi wartawan dan organisasi masyarakat sipil.***

Related posts

RUU Perampasan Aset Resmi Jadi Usul Inisiatif DPR, Ditargetkan Rampung Desember 2026

egi murad

Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk: Negara Besar Butuh Koalisi dan Stabilitas

egi murad

Panji Tribrata Diserahkan kepada Suyudi Ario Seto, Resmi Tandai Pergantian Kepemimpinan Polri

egi murad
Bahasa lain»