Nasional

Prabowo Tegas: Tak Ada Ampun bagi Pencuri Uang Rakyat, Tiga Eks Pimpinan BGN Kini Jadi Tersangka

Jakarta, Batavia News – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik korupsi dan penyalahgunaan anggaran negara. Pernyataan itu disampaikan setelah tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketiga mantan pejabat tersebut adalah Dadan Hindayana yang sebelumnya menjabat Kepala BGN, serta dua mantan wakil kepala, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program MBG periode 2025-2026.

Dalam arahannya di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026), Prabowo menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi siapa pun yang menyalahgunakan uang negara.

“Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada pengecualian,” tegas Presiden di hadapan ribuan peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pengelola dapur MBG, serta para mitra program.

Prabowo menyatakan pemerintah akan terus memperkuat fungsi pengawasan dan penegakan hukum agar seluruh program strategis nasional berjalan sesuai tujuan serta memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.

Menurut Presiden, menjaga integritas Program Makan Bergizi Gratis menjadi prioritas utama. Karena itu, pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi praktik penyimpangan maupun penyalahgunaan kepercayaan dalam pelaksanaannya.

Prabowo mengakui keputusan mengganti sejumlah pejabat yang sebelumnya dipercaya mengelola program tersebut bukanlah langkah yang mudah. Namun, ia memilih berpihak kepada kepentingan rakyat setelah menerima berbagai laporan terkait dugaan masalah dalam pelaksanaan program.

Presiden juga mengenang pesan almarhum ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, yang selalu mengingatkannya untuk berpihak kepada rakyat saat menghadapi situasi sulit.

“Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung, atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu,” ujar Prabowo mengutip pesan sang ayah.

Ia menegaskan kualitas kepemimpinan sangat menentukan keberhasilan sebuah organisasi. Menurutnya, pemimpin yang tidak kompeten atau tidak jujur berpotensi merusak tujuan yang telah dirancang dengan baik.

“Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur,” katanya.

Sementara itu, Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menyebut penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memperoleh alat bukti yang cukup.

Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa hasil penyidikan mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis di lingkungan BGN selama 2025-2026.***Egi

Dengan perkembangan tersebut, Kejaksaan Agung kini terus mendalami aliran dana serta mekanisme pengelolaan program yang diduga menimbulkan kerugian negara.

Related posts

PWI Kalsel Tekuk PWI DKI 3-2, Ujitanding Biliar Sarat Evaluasi Jelang Porwanas 2027

egi murad

Kemendes Raih WTP ke-10 Kali dari BPK

egi murad

Hasil Sidang Isbat: Iduladha 1447 H Diperingati Rabu 27 Mei 2026

egi murad

Leave a Comment