SUKABUMI, BATAVIA NEWS — Sebanyak 134 orang di Pondok Pesantren Alam Baiti Jannati, Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat, mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan. Para santri mulai mengeluhkan kondisi tersebut sejak Jumat (14/8/2026) setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para santri yang mengalami keluhan terdiri dari 133 santri tingkat SMP dan SMA serta seorang dewan asatidz. Dari total 645 santri yang berada di pesantren tersebut, sejumlah korban harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Al-Mulk dan RS R Syamsudin SH.
Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asyari, mengatakan sebagian santri mulai merasakan keluhan beberapa jam setelah mengonsumsi menu MBG.
Menurutnya, menu yang disantap pada Jumat siang terdiri atas nasi, tumis pakcoy, balado telur ceplok, orek tempe, dan susu UHT kemasan.
“Sejumlah pasien yang tadi ditemui menceritakan gejala mulai dirasakan sejak Jumat sore, tak lama setelah mengonsumsi menu MBG,” kata Rojab, Sabtu (15/8/2026).
Keluhan kemudian berkembang pada malam hingga Sabtu dini hari. Sejumlah santri mengalami pusing, mulas hingga muntah-muntah. Kondisi yang memburuk setelah salat Subuh membuat pihak pesantren membawa para santri ke fasilitas kesehatan.
Rojab menyebut para korban yang dirawat telah mendapatkan penanganan medis, termasuk pemberian infus dan obat-obatan. Ia juga melihat kondisi sejumlah santri di RSUD Al-Mulk mulai membaik.
“Pemerintah daerah mengerahkan semua potensi untuk melakukan penanganan medis,” ujarnya.
Sampel Makanan Diperiksa
Pemerintah Kota Sukabumi bersama dinas terkait dan kepolisian telah mengambil sampel makanan dan minuman yang diduga berkaitan dengan munculnya keluhan para santri.
Sampel menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para santri.
Pimpinan Pondok Pesantren Alam Baiti Jannati, Faid Fauzan, mengatakan keluhan pertama mulai muncul sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, para santri sebelumnya telah mengonsumsi MBG sekitar pukul 12.30 WIB.
“Anak-anak sakit dengan gejala muntah-muntah memang mengarah pada keracunan, tapi belum dirilis secara resmi dari rumah sakit bahwa ini adalah keracunan,” kata Faid.
Menurut Faid, kondisi para santri semakin terlihat setelah mereka mengikuti halaqah usai salat Subuh pada Sabtu pagi. Banyak santri kemudian mengalami muntah-muntah sehingga pihak pesantren mengambil langkah membawa mereka untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sebagian santri awalnya dibawa ke puskesmas sebelum diarahkan mendapatkan penanganan di IGD RSUD Al-Mulk. Karena jumlah pasien terus bertambah, sebagian lainnya kemudian dirujuk atau dibawa ke RS Bunut.
Hingga Sabtu, sejumlah santri masih menjalani perawatan. Sementara sebagian lainnya telah diperbolehkan kembali ke pesantren. Faid menyebut sekitar 10 hingga 15 santri telah kembali dalam dua kloter.
Pihak Dinas Kesehatan Kota Sukabumi juga telah mengambil sampel makanan dari sisa masakan yang berada di SPPG. Sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium dan dibandingkan dengan hasil pemeriksaan medis para santri.
Untuk kebutuhan MBG, Pondok Pesantren Alam Baiti Jannati menerima makanan dari dua SPPG. Saat ini, pihak pesantren memilih memprioritaskan kondisi para santri sembari melakukan evaluasi internal.
Pemerintah daerah pun menegaskan penanganan para santri menjadi prioritas, sementara penyebab pasti munculnya gejala masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.***
