Entertainment

Stacey Elena Abigail, Bocah 6 Tahun Asal Surabaya Raih Juara 2 di Launching ETENIA CROFT

Jakarta, Batavia News — Ajang Launching ETENIA CROFT yang digelar di kawasan Lippo Nusantara Semanggi, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2026), menjadi panggung pembuktian bagi talenta-talenta muda berbakat dari berbagai daerah. Di tengah persaingan peserta dengan usia yang lebih senior, perhatian publik justru tertuju pada sosok mungil asal Surabaya bernama Stacey Elena Abigail.

Bocah berusia enam tahun itu sukses meraih Juara 2 dalam lomba menyanyi cover lagu milik Etenia Croft. Penampilannya yang percaya diri serta kemampuan vokal yang matang di usia belia membuat Elena mampu tampil menonjol di hadapan dewan juri dan penonton.

Dalam kompetisi tersebut, Elena membawakan lagu “The Best” dan “Sahabat Terbaik” dengan penuh penghayatan. Meski menjadi salah satu peserta termuda, ia terlihat tampil tanpa rasa takut di atas panggung.

“Senang banget, soalnya dapat uang,” ujar Elena polos sambil tersenyum usai menerima penghargaan.

Saat ditanya apakah dirinya merasa gugup tampil di depan banyak orang, Elena justru menjawab santai. Baginya, bernyanyi sudah menjadi aktivitas yang menyenangkan sejak kecil.

“Nggak deg-degan,” katanya singkat.

Di balik pencapaiannya, Elena ternyata menjalani latihan cukup disiplin. Ia rutin berlatih vokal dan menjaga pola makan demi menjaga kualitas suara.

“Harus banyak latihan, nggak boleh makan gorengan,” ucapnya lugu.

Perjalanan menuju kompetisi juga bukan hal mudah. Elena bersama kedua orang tuanya rela datang dari Surabaya ke Jakarta demi mengikuti babak final lomba yang menjadi bagian dari acara launching tersebut.

Ibunda Elena, Eunike, mengungkapkan bahwa bakat sang putri sebenarnya sudah terlihat sejak usia dini. Bahkan sebelum berusia tiga tahun, Elena disebut sudah sangat menyukai dunia tarik suara.

“Sejak kecil dia memang suka menyanyi. Untuk nadanya juga sudah cukup pas, jadi kami mulai mendampingi dan mengarahkan,” ujar Eunike.

Sebagai seorang guru piano, Eunike mengaku sering mendampingi latihan musik Elena di rumah. Ia membantu dari sisi musikalitas dan penghayatan lagu, sementara teknik vokal diasah melalui pelatihan khusus.

“Kalau di rumah biasanya saya main piano lalu Elena bernyanyi. Untuk teknik vokal tetap dibantu lewat kursus,” jelasnya.

Keluarga sendiri mengaku tidak menyangka Elena mampu meraih posisi kedua. Pasalnya, kategori perlombaan diikuti peserta hingga usia 15 tahun.

“Kami sebenarnya tidak berekspektasi tinggi. Usianya baru enam tahun, jadi bisa sampai juara tentu sangat bersyukur,” katanya.

Persiapan lomba pun berlangsung cukup singkat. Setelah pengumuman kompetisi dibuka pada awal Mei, keluarga hanya memiliki waktu sekitar dua minggu untuk mempersiapkan penampilan Elena sebelum akhirnya berangkat ke Jakarta.

Sang ayah, Reza, menilai keberhasilan putrinya tidak lepas dari karakter Elena yang tekun dan cepat belajar. Ia menyebut Elena memiliki semangat tinggi untuk terus mencoba meski pernah mengalami kegagalan dalam beberapa lomba sebelumnya.

“Kalau belum berhasil, dia mau mencoba lagi. Semangatnya itu yang kami kagumi,” ujar Reza.

Tak hanya bernyanyi, Elena juga diketahui belajar beberapa alat musik seperti piano dan viola. Bahkan, menurut orang tuanya, Elena sering berlatih sendiri tanpa harus diminta.

“Nyanyi dilatih, piano dilatih, viola juga dilatih sendiri di kamar,” tambahnya.

Prestasi Elena di dunia tarik suara ternyata sudah cukup panjang. Di Surabaya, ia telah mengikuti berbagai perlombaan anak dan mengoleksi puluhan penghargaan. Hingga kini, jumlah trofi yang berhasil diraih disebut telah mencapai sekitar 70 piala.

Meski masih kecil, Elena sudah memiliki mimpi besar untuk masa depannya. Selain ingin menjadi penyanyi, ia juga bercita-cita memiliki profesi lain.

“Mau jadi penyanyi, bisa dokter juga,” ucap Elena sambil tersenyum.

Kedua orang tuanya menegaskan akan terus mendukung apa pun pilihan sang anak selama dijalani dengan disiplin dan tanggung jawab. Bahkan, Elena kini mulai memiliki keinginan untuk merilis lagu sendiri suatu hari nanti.

“Mau banget,” jawab Elena mantap saat ditanya keinginannya memiliki single pribadi.

Keberhasilan Stacey Elena Abigail dalam ajang Launching ETENIA CROFT menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk bersinar. Dengan bakat, kerja keras, serta dukungan keluarga, penyanyi cilik asal Surabaya itu kini mulai mencuri perhatian sebagai salah satu talenta muda potensial di industri musik Tanah Air.***Egi

Related posts

Barbeque Night Kemayoran Pecah, Tommy J Pisa dan Nini Carlina Bikin Penonton Histeris

egi murad

Dinar Candy Akui Salah Tingkah di Depan Resul, Pilih Tampil Lebih Tertutup Saat Nge-DJ

egi murad

Alika Shafira Rilis EP “Tentang Diriku”, Pilih Kualitas di Tengah Tren Musik Instan

egi murad

Leave a Comment