Bataviia News Jakarta,– Banjir kembali melanda kawasan Jalan Raya Lenteng Agung, tepatnya di RT 001/RW 004, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu.
Ironisnya, peristiwa ini bukan hal baru, melainkan kejadian berulang yang disebut warga terjadi setiap kali hujan turun.Genangan air yang cukup tinggi membuat arus lalu lintas terganggu.
Kendaraan roda dua dan roda empat tampak kesulitan melintas, bahkan berisiko mogok akibat derasnya aliran air yang menggenangi badan jalan.Warga RT 001/RW 004 menegaskan bahwa kondisi ini sudah berlangsung lama tanpa penanganan serius dari pemerintah setempat.
“Banjir ini sering kali terjadi setiap hujan. Kami sudah berkali-kali melaporkan, tapi tidak ada tindakan nyata,” ujar warga setempat.
Minimnya respons dari pihak kelurahan hingga kecamatan memicu kekecewaan masyarakat. Warga menilai pemerintah terkesan abai dan lamban, padahal persoalan ini berdampak langsung pada aktivitas harian dan keselamatan pengguna jalan.Secara hukum, sikap pembiaran ini berpotensi melanggar ketentuan dalam Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang mewajibkan pemerintah untuk merespons dan menindaklanjuti pengaduan masyarakat.Tak hanya itu, berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, penanganan banjir dan infrastruktur drainase merupakan tanggung jawab pemerintah daerah.
Jika terus dibiarkan, kondisi ini dapat dikategorikan sebagai bentuk kelalaian dalam menjalankan fungsi pemerintahan.Lebih jauh, tindakan tidak merespons laporan masyarakat juga berpotensi masuk dalam kategori maladministrasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI.
Warga kini mendesak pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan untuk segera turun tangan, melakukan normalisasi saluran air, serta memastikan sistem drainase berfungsi optimal.
Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, masyarakat mempertimbangkan untuk melaporkan persoalan ini ke Ombudsman RI sebagai bentuk protes atas dugaan pembiaran yang terjadi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kelurahan Pasar Minggu maupun Kecamatan Pasar Minggu belum memberikan keterangan resmi terkait banjir yang terus berulang tersebut.***
