Nasional

Atap Terminal 3 Soetta Ambruk, NCW Kritik Keras Keamanan Infrastruktur Bandara

Batavia News Jakarta, – Insiden ambruknya atap di area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menuai sorotan tajam. Peristiwa yang terjadi akibat hujan deras ini sempat memicu kepanikan penumpang yang tengah menunggu proses boarding.

Air hujan mengguyur deras dari plafon yang jebol, membuat penumpang berhamburan menyelamatkan diri. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pihak pengelola menyebut gangguan hanya berlangsung singkat, sekitar lima menit. Namun, insiden ini dinilai tidak bisa dianggap sepele.

NCW Soroti Dugaan Kelalaian

Ketua Umum DPP National Corruption Watch (NCW), Hanif Sutrisna, mengkritisi keras kejadian tersebut. Ia menilai ambruknya atap di fasilitas vital seperti bandara internasional menunjukkan adanya persoalan serius dalam kualitas pembangunan dan pemeliharaan.
“Bandara ini adalah gerbang utama Indonesia.

Seharusnya dirancang tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem. Kalau sampai ambruk hanya karena hujan deras, ini patut dipertanyakan,” tegas Hanif.

Bukan Sekadar Faktor Cuaca

Menurutnya, insiden ini tidak bisa semata-mata disalahkan pada faktor alam. Ia mengingatkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi pada 2022 di Terminal 3, yang menunjukkan adanya pola berulang.

Hal tersebut memunculkan dugaan adanya kelemahan pada aspek material bangunan, desain konstruksi, hingga standar pemeliharaan yang diterapkan.

Desak Audit dan Transparansi

NCW mendesak dilakukannya audit independen terhadap kualitas konstruksi serta sistem perawatan fasilitas Terminal 3. Selain itu, transparansi penggunaan anggaran pemeliharaan oleh PT Angkasa Pura II juga menjadi tuntutan utama.

“Keselamatan penumpang harus jadi prioritas. Jangan sampai anggaran pemeliharaan hanya habis di atas kertas, tapi kondisi di lapangan justru membahayakan,” ujarnya.

Kepercayaan Publik Dipertaruhkan

Lebih jauh, Hanif menegaskan bahwa persoalan ini menyangkut kepercayaan publik terhadap pengelolaan infrastruktur negara. Masyarakat berhak mengetahui penyebab pasti insiden serta langkah konkret yang akan diambil.

“Ini bukan sekadar hujan deras, tapi indikasi kelalaian sistemik yang harus diusut tuntas. Jangan sampai kejadian serupa terus berulang dan membahayakan masyarakat,” tambahnya.

Momentum Evaluasi Menyeluruh

NCW pun mendesak adanya pertanggungjawaban terbuka dari pihak manajemen bandara serta langkah perbaikan menyeluruh. Soetta sebagai pintu gerbang utama Indonesia dituntut memastikan seluruh fasilitasnya aman, layak, dan memenuhi standar internasional.

Insiden ini menjadi peringatan keras bahwa kualitas infrastruktur dan pengawasan tidak boleh diabaikan. Tanpa pembenahan serius, risiko terhadap keselamatan publik akan terus mengintai.*** Berlian

Related posts

IESR Ungkap Pentingnya Penerapan BBM Euro 4 untuk Kesehatan dan Lingkungan

egi murad

PWI Kalsel Tekuk PWI DKI 3-2, Ujitanding Biliar Sarat Evaluasi Jelang Porwanas 2027

egi murad

Menyambut Imlek, Permintaan Pohon Mei Hua Alami Lonjakan

egi murad