Jakarta, Batavia News — Selebgram Ade Ratnasari akhirnya angkat bicara untuk meluruskan polemik yang menyeret namanya dalam beberapa hari terakhir. Didampingi timnya, Ade memberikan klarifikasi terkait somasi yang dilayangkan pihak bernama Cici Nugrama Cahyanti, sekaligus membongkar dugaan penipuan yang disebut telah membuatnya mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.
Ade mengaku heran atas somasi yang diterimanya terkait pemberitaan di sejumlah media dengan judul yang menyinggung “suami mantan gadis majalah Populer diduga tipu Ade Ratnasari”. Menurutnya, dalam pemberitaan tersebut tidak ada penyebutan nama Cici Nugrama Cahyanti secara langsung.
“Saya sudah baca beritanya berulang kali. Bahkan saya minta asisten sampai keponakan saya mencari nama Ibu Cici di berita itu, tapi memang tidak ada. Jadi saya bingung, bagian mana yang dianggap merugikan nama baik beliau,” ujar Ade kepada awak media.
Ia menegaskan tidak pernah memiliki niat mencemarkan nama baik siapa pun lantaran identitas pihak yang dimaksud dalam pemberitaan sebelumnya tidak pernah disebut secara spesifik.
Di sisi lain, Ade membeberkan akar persoalan yang sebenarnya. Ia mengaku menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan seorang oknum berinisial AMR yang disebut berperan sebagai makelar dengan menjanjikan kemudahan pengurusan berbagai hal di instansi pemerintah.
Menurut Ade, oknum tersebut diduga mencatut nama sejumlah pejabat tinggi, termasuk petinggi kepolisian dan pejabat di instansi imigrasi, untuk meyakinkan dirinya.
“Dia membawa nama Jenderal, pejabat Imigrasi sampai Bareskrim. Karena saya orang biasa, saya sempat takut sekaligus percaya,” kata Ade.
Dalam kondisi tengah fokus merawat orang tuanya yang sakit, Ade mengaku terus dihubungi oleh AMR hingga akhirnya mentransfer uang secara bertahap.
“Awalnya Rp200 juta, lalu terus bertambah sampai total kerugian kami mencapai Rp1,05 miliar,” ungkapnya.
Ade menegaskan kasus tersebut bukan persoalan utang piutang, melainkan dugaan tindak pidana penipuan karena uang diberikan berdasarkan janji pengurusan yang belakangan diduga fiktif.
Setelah melakukan konfirmasi kepada pihak pejabat yang namanya disebut-sebut oleh AMR, Ade mengaku mendapat jawaban bahwa mereka tidak pernah menerima uang dan tidak mengenal oknum tersebut.
Meski disebut sempat ada pengembalian dana dalam jumlah kecil melalui perantara, sebagian besar uang milik Ade hingga kini belum dikembalikan. Ia juga menilai AMR berkali-kali memberikan janji yang tak kunjung terealisasi.
Tak tinggal diam, Ade mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Mabes Polri. Ia menyebut pihak kepolisian merespons laporan itu dengan serius karena nama institusi ikut tercoreng akibat dugaan pencatutan tersebut.
“Katanya bukan cuma saya, ternyata sudah ada korban lain juga sejak 2024,” ujarnya.
Ade menambahkan, jika tidak ada itikad baik dari pihak terlapor maupun perkembangan dalam proses hukum, dirinya bersama keluarga besar dan korban lain berencana menggelar aksi damai di depan instansi pemerintah yang namanya dicatut untuk menuntut keadilan.
