Sosial

Halal Bihalal PWI Jaksel Diwarnai Pejabat Telat, Pemko Dinilai Tak Disiplin

JAKARTA — Sikap Pemerintah Kota (Pemko) Jakarta Selatan kembali menjadi sorotan. Dalam kegiatan Halal Bihalal yang digelar Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta Selatan, kehadiran pejabat dinilai tidak menunjukkan keteladanan.

Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Jakarta Selatan, Tomy Fudiantono, diketahui datang terlambat dalam acara yang berlangsung di Ruang Nusantara, Lantai 6, Blok A, Gedung Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026).

Sejumlah wartawan yang hadir menyayangkan keterlambatan tersebut. Menurut mereka, pejabat publik seharusnya memberikan contoh disiplin kepada masyarakat.

“Seharusnya sebagai pejabat, beliau bisa menjadi teladan. Bukan malah terkesan cuek dan datang terlambat. Jabatan itu amanah, apalagi terkait kesejahteraan rakyat,” ujar salah satu jurnalis di lokasi.

Ia juga menambahkan, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Dalam berbagai agenda yang digelar Pokja PWI Jakarta Selatan, pihak Pemko disebut kerap tidak hadir tepat waktu meskipun undangan telah disampaikan jauh hari sebelumnya.

“Undangan resmi sudah dikirim jauh-jauh hari. Tapi tetap saja sering molor. Ini jadi catatan serius,” tegasnya.

Kegiatan Halal Bihalal tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga diisi dengan santunan kepada anak yatim. Suasana berlangsung khidmat dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an serta nuansa kekeluargaan yang hangat.

Ketua PWI Pokja Wali Kota Jakarta Selatan, Joni Matondang, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi yang rutin dilaksanakan.

“Kegiatan ini bukan hanya silaturahmi, tapi juga bentuk kepedulian sosial. Harapannya, PWI bisa terus memberi manfaat dan menjadi rahmat bagi sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Tomy Fudiantono dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya.

“Saya mohon maaf atas keterlambatan ini. Tanpa mengurangi rasa hormat, saya sangat mengapresiasi kegiatan yang penuh makna ini, terutama kepedulian terhadap anak yatim,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Pemko melalui Askesra juga memberikan bantuan simbolis kepada anak-anak yatim berupa tas, buku, botol minum, serta santunan.

Di sisi lain, Kepala Suku Dinas Kominfotik Jakarta Selatan, Neti, turut mengapresiasi kegiatan yang digelar PWI. Ia menilai kemitraan antara pemerintah dan insan pers tidak hanya sebatas kritik, tetapi juga menyentuh aspek sosial kemanusiaan.

“Kritik yang disampaikan media adalah bentuk kepedulian. Namun hari ini kita melihat sisi lain, yaitu kebersamaan dan kepedulian sosial yang nyata,” ujarnya.

Meski acara berlangsung lancar dan penuh kehangatan, sorotan terhadap kedisiplinan pejabat tetap menjadi perhatian para jurnalis yang hadir.

Related posts

Dompet Dhuafa Ajak Jurnalis Keliling Program Pemberdayaan, Bukti Zakat Naikkan Taraf Hidup

egi murad

Pencegahan Kanker Sejak Dini

egi murad

Semarak HBP ke-62, Lapas Warungkiara Gelar Donor Darah, Wujud Nyata Kepedulian Sosial

egi murad